Bagaimana menurut anda tentang Blogger ini?

Tampilkan postingan dengan label Cerpen IC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen IC. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2011

Bola CINTA - #Alshill - Cerpen


Hay.. hyyy.. semuaaa!!!! Kangen kagak sama akuu??? Wahh, geer deh. Ditha balik lagi nihh.. Ama cerpen Ditha. Cerpen ini semept aq jdiin statz kok. Jadi, pasti yang uda bca statz'q tau. Yaudah, daripada banyak bacod mending langsung aja. Keep coment+like+sarannya.

>>>>>>>>>>>

Hari ini adalah hari pertama Shilla masuk SMA. Yupzz, cewek yang memiliki nama lengkap Ashilla Zahrantiara kini sudah duduk dibangku SMA kelas X-2. tepatnya di SMA MELODI BINTANG. Salah satu sekolah swasta di Jakarta. Sebuah angkot berhenti didepan SMA MELODI BINTANG. Cewek berambut panjang yang dibiarkan terurai turun dari Angkot tersebut dan berlari kecil kearah sekolahnya. Sampai di kelas (cepet amat yakk??), Shilla sudah disambut teriakan dari sobat2nya. yaitu Ify, Via dan Agni.
"Shillaaa!! Akhirnya loe dateng. Tau nggak tadi pagi gue di sms Iel lhohh!! Dia tanya gue uda bangun belom. Ihkkk, gue seneng banget tau nggak." serbu Via yang langsung cerita tentang gebetannya si Iel. Anak kelas XI-3 IPA.
"Shilooongggggg!!! Gue seneng loe dateng. Sini donk. Mana novel gue kemaren?" kata Ify.
"Shilllll!!!!!!!!!! BB gue disita Cakkaa!!! Aduhhhh... tu anak pengen gue cincang apa ya. Dikira gue beli BB pake daon apa. Pake sita hp gue seenak jidat. Dan sampe sekarang belom dibalikin, Shill!!! Oh My Godd!! Pasti dah BB gue menderita banget. Haduhh,, gue jadi kasian nihh." oceh Agni panjang lebar. Sementara Shilla cuma meringis menanggapi cerita2 heboh mereka.
"Loe semua heboh bener?? Persaan gue doank deh yang biasa." kata Shilla. Kemudian dia mengingat2 bahwa ada barang yang ketinggalan.
"Oh my Godd!!!! Dompet gueeee..... Dompet gue ketinggalannnn!! Argghhhh... Siallll!!! Siaallllll!!!!!!!" umpat Shilla kesal.
"Jiahhh.. tadi loe bilang loe doank yang kagak heboh. nah lohh?? Sekarang, giliran kita nggak heboh, eh loenya malah heboh2 sendiri. sarap ya loe!" kata Via.
"Enak aja loe. Bukannn.. Dompet gue ketinggalan. Aduhhh,, kagak makan dah gue." kata Shilla lemas kemudian segera duduk dibangku sebelah Via. Via yang yang nggak tega liat sahabatnya lemas memebri tawaran,
"Gue traktir dehh.. daripada badan loe tambah kosong.' kata Via.
"Ahh, beneran Viaa???? Nggak salah loee??? Yessss... asyikkkk!! Ditraktir Viaaa......" kaat Shilla sambil tertawa ria

<skip></skip>
<skip></skip>
    <skip>></skip>

"Teeettttt...teeeetttttttttttttttt.........tteeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttttttttttttttttttttttt" suara bel berbunyi menghebohkan mereka. segera mereka kembali ke tempat masing2. Seorang guru datang dengan membawa tumpukan buku matetika yang jumlahnya bejibun. Mana tebel banget lagi.
"Selamat Pagi anak-anak?" sapa Guru itu tegas.
"Pagi, Bu." jawab anak2 serempak.
"Kenalkan, nama ibu Winda. Panggil saja Bu Winda. Saya akan mengajari kalian matematika sekarang. Oke, first, silahkan buka halaman 5. Coba kalian kerjakan dulu. Nanti baru kita bahas." kata Bu Winda. Anak2pun menuruti kata2 Bu Winda. Sementara itu, Shilla sedang asyik2nya mengobrol dengan Via.
"Eh, Vi. Loe tau kagak? Kemaren pass gue hang out bareng sodara2 gue. Gue papasan ama Obiet lhoo!!" kata Shilla.
"Ohh?? Obiet mantannya si songong Oik itu ya (maf2.#.juststory). Obiet kebanggaan loe itu? Yang jago basket ama breakdance." kata Via seperti memojokkan Obiet.
"Ehh, kok loe jadi mojokin Obiet sihh??" tanya Shilla kesal.
"Ya bukan gitu. Gue tuh heran aja, orang yang uda nyakitin elo masih aja loe kejar2." kata Via.
'Gue nggak ngejar dia lagi. Gue cuma seneng aja. Lagi pula, sekarang gue uda temenan baik ama dia kok." kata Shilla.
"Itu sama aja ngebikin loe tambah sakit lagi, Shill.." kata Via. Belum sempat Shilla menjawab, suara Bu Winda sudah memotong pembicaraan asyik meerka. Semua mata tertuju pada Shilla dan Via.
"Ashila, Sivia?? sedang apa kalian??" tanya Bu Winda sangar
"Emm.. Lagi.. lagiii.." kata Via yang tamapk lagi berpikir
"Lagi diskusi, Bu!! Diskusi ini nih nomer 5 saya nggak tau." kata Shilla
"Mana nomer 5?? Disini tuh cumasampai nomer 3. Kamu cuma cari2 alasan ya?? Sana keluar!!" hukum Bu Winda. Akhirnya, kami ngacir keluar kelas.
Saat mau ke kantin, Shilla dan Via mmelewati Ruang OSIS. Disana terdapat 4 cowok sedang sibuk mengemasi barang2. Shilla dan Via tentu mengenal mereka. Mereka adalah Rio, Alvin, Cakka, dan Iel. Via yang melihat Iel langsung senyam-senyum sendiri. Sementara Shilla yang melihat Alvin  langsung tersenyum simpul. Yupz, shilla memang ngfans sama Ko Alvin dari pertama MOS. tapi Ko Alvin nggak tau. Shilla nggak pernah nyerah walaupun Alvin orangnya cuek bebek dan ekspresinya datar banget waktu disapa Shilla. 4 cowok yang ada disitu segera menyadari keberadaan Shilla dan Via. Dengan berani karena Shilla sudah kenal cukup baik dengan mereka, Shilla menyapa mereka,
"Hy, Kak!"
"Hy, juga." jawab mereka kecuali Alvin. Shilla hanya menghela nafas panajng dan berpmitan pergi.

Keesokan Harinyaa,,,

@SMA MELODI BINTANG X-2
"Eh, Fy, Pi, Ag. Gue pesimis dehh.. Soalnya Ko Alvin nggak pernah nyapa gue. Nggak pernah bales tanggapan gue. Padahal gue uda usaha. Tapi tetep, dia nggak pernah ngerespon. Apa gue lupain dia aja ya?' kata Shilla
'Weitzz... Jangan donk, Shill. Loe jangan pesimis dulu. Siapa tau kalo nanti Ko Alvin naksir elo." kata Ify berusaha menghibur.
"Iya, Shill. Loe harus lebih giat lagi buat narik perhatian si Alvin." ujar Via.
"Thanks, Guys. gue juga akan coba dehh." jawab Shilla sambil tersenyum
"Tapi, loe juga ahrus lebih hati2. Soalnya gue diceritain sepupu gue, Angel. Kalo Ko Alvin uda punya pacar. Namanya Zevana." kata Agni
"Okeee... Gue bakalan hati2. Alvin, siap2. Loe bakalan naksir gue nanti." kata Shilla mantap. Belum lewat 1 menit Shilla ngomong gitu, tiba2 Alvin lewat didepan kelasnya sambil ngerangkul mesra Kak Zeva. Shilla yang melihat itu cemburu stengah mati. Shilla ingin menangis. Tapi air matanya ia tahan. ia tidak mau menangis di depan teman-temannya. Shilla tersenyum dan berkata, "Gue uda bilang kan?? Gue bakal berusaha. Gue nggak bakalan nyerah. ya kan?? Kalian nggak usah khawatir, gue uda kebal kok. Sama kayak waktu sama Obiet."
"Aduhh.. Loe jangan sebut2 lagi nama tuh curut lagi deh. Gue uda bosen." kata Ify.
"Iya. mending nama Obiet itu loe buang kelaut aja. Biar kagak ganggu idup kita berempat lagi dah." kata Agni.

Hari demi hari, minggu dmi minggu. satu bulan sudah Shilla berjuang melawan rasa sakit. satu bulan sudah Shilla berusaha mempertahankan rasa cintanya. Tapi justru satu bulan itulah yang membuatnya sangat sakit hati. Alvin dan Zeva malah terlihat makin mesra. Akhirnya timbul rasa putus asa dibenak Shilla. Dan Shilla mengutarakannya saat mereka sedang istirahat di kantin.
"Guys, gue uda nggak kuat. Gue nyerah aja."
"Loe yakin, Shill?" tanya Agni meyakinkan.
"Yupz, gue yakin." jawab Shilla mantap.
"Ya udah, kalo itu pilihan loe kita bakalan slalu dukung kok." kata Via.
"Keep smile ya, Shilla. You will get better than that, Shill." hibur Ify.
Bersamaan dengan itu, di dekat taman sekolah, Alvin dan Zeva bertemu. mereka sedang mengobrolkan hal yang serius.
"Zev, gue uda capek sama loe. Gue mau kita putus aja. Mungkin loe bukan jodoh gue. Sorry, Zev." kata Alvin.
"A..apaa?? Loe ngajak kesini buat ngomongin itu?" tanya Zeva nggak percaya.
"Iya. Gue uda capek loe duain. Meskipun loe uda  ngelak berapa kalipun tetep gue nggak percaya. Gue uda punya bukti tau gag?!!" kata Alvin.
"Ta..tapi, Vin?" tanya Zeva.
"Udahlah, nggak ada lagi tapi. Kita putus! Titik. Uda gue mau pergi dari loe." kata Alvin lalu meninggslkan Zeva sendirian.

              ****

hilla sedang menyusuri koridor sekolah sambil membawa tumpukan buku Kimia milik teman-temannya yang akan diberikan pada Pak. Suta. Shilla menoleh ke lapangan. disitu ada anak2 yang lagi main futsal. Dan ada Alvin  juga. Shilla saat melihat Alvin berusaha mene[pis persaannya. tapi dia nggak bisa. Tiba-tiba, bola melayang jatuh kearah wajahnya. Buku-buku jatuh terhempas kebawah. Dan Shilla pun pungsan tak sadarkan diri. 
Alvin datang dan membopong Shilla ke UKS. Karena dia yang telah menendang bolanya samapi membuat Shilla pingsan. Otomatis, ALvin juga harus tanggung jawab.

@UKS 

Alvin masih etrus menemani Shilla yang masih belum siuman. ALvin sudah habis diomelin abis-abisan ama guru2. Sampai-sampai Alvin tertidur karena kelamaan nungguin Shilla.
"Argghhh.." erang Shilla saat dia uda siuman. Alvin yang menyadari Shilla sudah siuman langsung bangun dan menatap Shilla.
"Eh, loe uda siuman? Sorry ya. Tadi gue yang tendang bola seenak jidat. Jadi kena muka loe lagi." kata Alvin.
"Eh, i..iya. Nggak papa kok." kata Shilla gelagapan.
"Gimana kalo sebagai tanda perminta maafan gue. Loe gue traktir makan di Cavuga Cafe?" ajak Alvin.
"Nggak ngrepotin nih, Ko??" tanya Shilla.
"Enggak kok." kata Alvin
"Gimana??" tanya Alvin penuh harap.
Shilla terlihat menimbang-nimbang, tapi kemudian dia menyetujui ajakan Alvin.

Sepulang sekolah, Shilla dan Alvin seegra berangkat ke Cavuga Cafe menggunakan Ninja hitam milik Alvin. Sesampainya di Cafe, Shilla dan Alvin memilih tempat paling pojo yang dekat jendela suapaya bisa melihat pemandangan.
"Shill??" tanya Alvin.
"Loe suka es krim ya?" tanya Alvin
"Iya. Suka banget malah. Gue pernah buat es krim sendiri. Rasa chocolate Cappucino. Atasnya dikasih bubuk coklat ama wafer." kata Shilla. Alvin tertawa melihat Shilla.
"Lahh?? Kok ketawa sih, Kak?" tanya Shilla
"Iya abis loe lucu." jawab Alvin tersenyum
"Lucu kenapa?" tanya Shilla
"Liat tuh. Mulut loe belepotan. Sini, gue bersiin." tawar Alvin. Alvin mengambil tisu, dan mengelap mulut Shillla. Seketika itu mata mereka beradu. Shilla yang nyadar duluan langsung buang muka karena malu.
Sejak pertemuan itu, Shilla dan Alvin jadi deket banget. Alvin juga sering anter jemput Shilla. Mereka sering hang out and malmingan bareng. Malah, karean Alvin termasuk cowok populer. Ada gosip kalau Alvin dan Shilla pacaran. tapi gosip itu dibantah abis2san ama Shilla
Saat ini. di Cavuga Cafe mereka berdua dinner. Alvin memberikan surprise dengan spanduk bertuliskan I LOVE YOU saat Shilla mulai menduduki kursi. Saat mereka makan dessert pula, Shilla menemukan cincin. Dan ternyata cincin itu untuk Shilla. Hari ity Shilla bahagia sekali. Karena Alvin nembak Shilla. Pertama sih, Shilla mo etrima Alvin. Tapi, Shilla nggak pengen sakit hati lagi. Dia nggak ngejawab pertanyaan Alvin.
"Gue pengen bukti dari. Buktiin ke gue kalo loe bener2 sayang sama gue. Baru gue jawab."
"Oke, Gue bakal buktiin kalo gue itu bneran sayang sama loe."

****

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Alvin terus mencoba membuktikan cintanya buat Shilla. Alvin memang tulus mencintai Shilla. Sampai sekarangpun Alvin terus berusaha dan berjuang buat ndapetin cintanya Shilla.
Siang ini, sepulang sekolah. Shilla mengajak Alvin untuk janjian disuatu taman. Alvin datang duluan. Alvin mengenakan jas putih. Dia menunggu kedatangan Shilla. Tidak lama kemudian, Shilla datang dengan mengenaan dress putih. Cantik sekali, itu komentar pertama Alvin.
"Loe cantik banget, Shill" puji Alvin. Shilla tamapk tersipu mendengar pujian Alvin
"Loe juga. ganteng banget." puji Shilla.
"Shill? Ngapain loe ngajak kita kesini?" tanya Alvin heran.
"Mo kasih tau jawabannya." kata Shilla. Mata Alvin berbinar-binar mendengar penuturan Shilla. Alvin memberanikan diri untuk berjongkok *jiahh!Bahasapalinggajesedunia. dan menggenggam kedua tangan Shilla erat.
"Shilla? Untuk yang terakhir kalinya. Perjuangan cinta gue. Gue pengen elo jawab gue jujur. Mau nggak loe jadi pacar gue?" tanya Alvin.
"Kalo tolak, loe tampar gue. Kalo loe suka, cium gue." kata Alvin.
"Hahhh?? Cium loe?? Ogahh.." kata Shilla.
"Ayolaahhhh..." pinta Alvin memelas.
"yahh???? Gimana yaa??" kata Shilla sok mikir. Dan akhirnya, dengan mengunpulkan keberanian penuh, Shilla melingkarkan tangannya ke leher Alvin, dan mencium pipinya.
"Gue terima loe. Karena gue juga cinta, sayanngggg banget ama loe.. semua gara-gaar gue ngefans sama loe, gara-gara elo nglempar gue pake bola, gara-gara gue suka sama loe,,  Alvin Jonathan Sindunata. Gara-gara BOLA jadi CINTA" kata Shilla
"Yupzz.. Gara-gara BOLA jadi CINTA. Thanks ya ,  My princess." jawab Alvin lalu mengecup kening Shilla lembut.

>>TAMATTTT<<<

Bukan Salahmu Aku Cinta


Hy, ada cerpen nihh.. semoga pada suka yaa.. langsung ajaa..

<<cekiidoootttttttttttttttttttttttttt>>>>>>>>>>>>>>>>
         "Hiii..... jauh-jauh loe!! Kucing sialannn...." kata Rio jijay sambil pasang tampang jijay.
         "Hahahaaa..." cewek tersebut hanya tertawa terbhak-bahak tanpa menghiraukan Rio yang memandangnya seperti mau menerkam mangsa.
          "Ketawa loee!! Jauhin thu kucing sialan. Ngapain sih loe bawa-bawa dia kesini lagi. Kan loe uda tau kalo gue thu phobia banget ama kucing. Masih aja loe bawa dia kesini." kata Rio marah. Cewek yang dimarahin cuma diem ketakutan. Dia tidak menduga kalau rio akan semarah itu padanya.
           "Sorry, Yo. Gue kan nggak tau kalau loe setakut itu sama kucing. maaf dehh, gue cuma iseng aja." katanya meminta maaf.
          "Iseng ngerjain gue kan! Loe nggak ada bosen-bosennya yaa,, dari pertama dateng nyusahin gue mulu. Loe tau nggak!! Gara-gara loe dateng, idup gue jadi nggak tenang tau gag!! Loe tuh emang cewek yang bawa bencana yaa!" kata Rio semakin marah. Perlahan-lahan, air mata cewek itu menetes. Rio yang melihatnya langsung kaget dan merasa bersalah. Dia segera menunduk, menatap matanya dan menghapus air matanya.
           "Sorry sorryy.. Gue nggak maksud bikin loe nangis. sekali lagi sorry, Fy." kata Rio sambil terus menatapnya.
           "Hiks..hikss... Gue kan cuma maen, iseng doank. Nggak lebih, loe malah marahnya sehitunyaama gue." kta Ify disela-sela tangisnya.
            “Iya iyaa, sorry. Gue minta maaf.” Kata Rio lagi. Bertepatan dengan itu, seorang cewek cantik dating dengan dandanan super modis. Saat melihat posisi Rio dan Ify yang berdekatan, cewek tersebut langsung membuka gerbang, masuk kedalam. Kemudian menarik tangan Rio, dan menamparnya. Rio langsung kaget dan speechles, sementara si cewek masih menatapnya marah. Sambil menunjuk muka Rio, cewek itu berbicara dengan api membara,
            “Jadi ternyata ini yang kamu lakuin dibelakang aku? Jadi ternyata ini yang kamu balas buat aku? Jadi ini cara kamu buat balas cintaku? Kamu jahat ya, Yo! Kamu thu dari dulu nggak bisa berubah. Tetep aja playboy. Udah,, aku pusing denger alas an kamu yang ini, yang itu. Mulai sekarang kita putus!!” cerososnya panjang lebar lalu pergi begitu saja.
            “Shilla!! Shilla!! Tunggu dulu!! Dengerin penjelasan aku dulu, Shill!” kata Rio sambil berusaha menghalangi Shilla pergi, tpi terlambat. Shilla uda nggak peduli lagi sama Rio. Dia udah terlanjur patah hati. Sementara Ify, dia hanya merengut di dalam halaman rumah sambil memandangi adegan drama.
            Rio segera menghampiri Ify dengan amarah yang membara. Dalam hati Ify sudah berdoa semoga dia diberi umur panjang. Sementara Rio sudah habbis kesabarannya. Rio menarik paksa tangan Ify, dan membawanya masuk. Menyuruhnya duduk diam sementara Rio sudah memasang muka macan. Rio mendekatkan mukanya ke muka Ify sehingga muka mereka sudah tinggal 1 cm lagi.
            “Heh cewek oon, loe tau? Gara-gara loe gue jadi putus sama Shilla!” kata Rio marah.
            “Hah?? Loe nyalahin gue? Siapa suruh loe deket-deket sama gue. Jijay tau kagak. Loe kan yang deket-deket am ague. Malah nyalahin gue.” Kata Ify tak peduli kemudian pergi meninggalkan Rio.
            “Argghhh!!! Sialannn……..!!!!!!!!!!!!!! Loe tuh yaa!! Emang cewek sialann….” Umpat Rio. Diam-diam, Ify mendengarkan umpatan Rio yang ditujukan padanya. Ada suatu gejolak dihatinya. Rasa sakit yang tertahankan. Ify berlari menuju kamarnya dan menangis kencang.
            “Kenapa gue selalu salah? Kenapa gue nggak pernah nyenengin orang laen. Bahkan Mama Papapun udah nggak peduli sama gue. Mereka lebih milih nitipin gue ke bonyok Rio daripada ngerawat gue sendiri. Dan sekarang? Untuk nyenengin anaknya aja gue nggak bisa apalagi nyenengin bonyoknya. Gue emang tercipta untuk selalu salah ngelakuin sesuatu. Mungkin itu udah jadi takdir gue. Selalu salah, nggak pernah bisa ngelakuin sesuatu hal yang bener.” Curhat Ify pada dirinya sendiri.
            Kemudian Ify mengambil sebuah bingkai foto dan menatapnya dalam-dalam. Titik-titik air mata mulai membasahi peluhnya. Ify hanya bisa menangius menatap foto itu, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
            “Eyang, Apa kabar? Ify kangen sama Eyang. Cuma eyang yang bisa ngertiin Ify. Bahkan Papa dan Mama sama sekali nggak bisa ngertiin Ify. Kenapa saat Ify percaya Eyang sayang Ify, Eyang malah pergi ninggalin Ify dan nggak kembali. Kenapa itu terjadi Eyang? Ify kesepian, Ify seperti nggak punya temen. Cuma Eyang satu-satunya temen Ify. Ify kangen Eyang. Ify kangen, Eyang.” Ify masih menangis. Air mata terus mengalir dipipinya. Dia masih memeluk bingkai foto itu. Tidak melepaskannya sedetikpun.
            Sementara diluar pintu, sudah ada sepasang telinga yang menguping pembicaraan Ify. Dan perasaan bersalah yang terbesit di benaknya. Sejenak cowok itu berpikir apa yang telah dia lakukan selama ini terhadap ify sudah kelewatan. Tapi, cowok itu juga berpikir. Mengapa dia marah? Tentu saja karena sikap Ify yang serampangan, jaim, dan suka iseng. Tapi, kalau dipikir2 keterlaluan juga, hanya karna itu dia sampai marah-marah.
            Akhirnya, sipemilik telinga itu kembali ke kamarnya dengan perasaan tidak tenang.

Keesokan harinyaa,,
@Meja makan.
            Pagi itu, di meja makan sudah terdapat Rio, Mama dan Papa Rio, adik Rio Ray, dan Ify di meja makan. Mereka tampak sedang menikmati sarapan yang tersedia di meja.
            “Ify, ada apa dengan kamu? Kok matamu sembab begitu. Kamu habis menangis ya?” Tanya Mama Rio khawatir.
            “Oh enggak kok, Te. Ify Cuma lagi ngantuk aja. Makanya mata Ify jadi begini.” Jawab Ify berbohong.
            “Kamu pasti habis belajar semalaman ya? Kamu mengantuk? Lebih baik kamu tidak usah sekolah, Tante akan menuliskan surat izin untukmu.” Tawar Mama Rio.
            “Nggak usah, Te. Ify masih mau sekolah hari ini. Ify nggak papa kok, Te.” Jawab Ify menolak.
            “Ya sudah, kamu berangkat sama Rio aja. Ntar kalo kamu nyetir sendiri bisa-bisa mobilmu ketabrak lagi.” Kata Mama Rio. Mendengar itu, Rio dan Ify sama-sama tersedak.
            “Sama Rio?? Nggak usah deh, Te. Ify bisa berangkat sendiri. Lagian Ify nggak enak sama Rio, ntar Ify didamprat pacarnya lagi.” Tolak Ify grogi sambil melirik Rio.
            “Nggak papa, Ma. Rio uda nggak punya pacar lagi.” Kata Rio.
            “Tapi, Te. Ify kan orangnya ngerepotin. Jadi nggak usah deh, Te.” Tolak Ify.
            “Nggak papa kok, Ma. Rio nggak ngerasa direpotin. Lagipula, kalo ada Ify. Rio kan jadi ada temen bicara.” Sambung Rio.
            “Kalian ini kenapa sih?? Rebutan ngomong. Ify, kamu sama Rio aja. Lagian, kata Rio nggak papa kan. Ya sudah, kalian berangkat sana. Nanti telat lagi.” Kata Mama Rio.
            “Ta..tapi, Te?” kata Ify terbata-bata.
            “Ya udah, Ma. Kita berangkat dulu yaa..” kata Rio sambil cepat-cepat menarik tangan Rio.
            “Eh..ehh..ehhh…. jangan tarik2 donk!! Sakit tauu…” kata Ify berusaha melepaskan tangannya yang akhirnya dilepas juga oleh Rio.
            “Apaan sih loe?? Tarik-tarik tangan gue. Dan kenapa jug aloe maksa gue bareng elo.?” Tanya Ify kesal.
            “Emangnya nggak boleh?? Loe tinggal dirumah gue, dan itu berarti semua terserah gue.” Kata Rio.
            “Apa loe bilang?? Eh, gue tau kalo ini rumah loe, tapi nggak usah memonopoli gitu donk! Lagipula, yang beli thu rumah bonyok loe kan? Bukan elo tauu!!” kata Ify nyolot.
            “Yee…nggak usah nyolot donkk!! Udah, ayo berangkatt…” kata Rio sambil menggeret tangan Ify. Diam-diam Ify tersenyum melihat Rio memegang tangannya. Entah kenapa, hatinya jadi tenang dan berbunga-bunga.
            Sementara Rio, dari tadi jantungnya terus berdetak kencang. Bukan karena tangannya bersentuhan dengan Ify, tapi karena kemarin. Sejak Rio ngupingin *maappemirsa.bahasanyancurleburr… Ify, dikamar dia tidak bisa berhenti memikirkan Ify.
            “Eh, sorry yaa. Kita terpaksa naik motor, soalnya mobil gue lagi di bengkel.” Kata Rio membuka pembicaraan.
            “Hemm,, jelas aja mobil loe di bengkel. Orang mobil butut gitu.” Kata Ify meledek Rio.
            “Sialan loe!! Gitu-gitu, mobil gue mahal tau. Secara, mobil Xenia gituu..” kata Rio memamerkan mobilnya.
            ‘Behgg… mobil butut begitu loe banggain.” Ledek Ify.
            ‘Uda, diem loe! Bawel.. Mau berangkat nggak??” Tanya Rio.
            “Iya..iyaaa…” kata Ify pasrah.
            Kemudian Rio menstater Ninja hitamnya, dan menunggu beberapa saat sampai Ify naik.
            “Ayo, naikk.. Lho mau sekolah nggak sih?” Tanya Rio.
            “Ohh,, iya-iyaa..” kata Ify.
            Dengan hati-hati, Ify menaiki Ninja Rio. Dia tidak tau, kalau didepan Rio sudah senyam-senyum gaje sambil memikirkan rencana gilanya.
            “Udah?? Pegangan yaa,, ntar loe dibawa angin lagi.” Kata Rio.
            “Yee… loe kira gue kertas apa?? Ogahh.. Gue nggak mau pegangan sama cowok Playboy kayak loee!!” tolak Ify mentah-mentah.
            “Ya udahh,, terserah elo.” Jawab Rio cuek lalu melajukan motornya dengan kencang.
            “ARGGHHHH!!!!!!!!!!!!!! RIOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! GUE BUNUH LOEEE YAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Ify kencang sambil memeluk erat punggung Rio. Ada kehangatan yang terasa, saat Ify memeluk Rio. Ada rasa bahagia didalam benaknya.
<skip>
<skip>
@SMA BINTANG BANGSA
            Setelah sampai, Rio segera memarkirkan Ninjanya. Banyak pasang mata yang memandang kearah Rio dan Ify. Rio dan Ify tidak menyadarinya. Sampai Ify menyadarinya,
            “Lho, Yo?? Kok orang-orang pada ngeliatin kita sih??” Ify terlihat heran melihat banyak pasang mata yang memandang kea rah dia dan Rio.
“Mungkin sebentar lagi, bakal nyebar gossip ‘Rio dan Ify jadian’. Bahkan mungkin di majalah juga bakal ada Hot news ‘The Most Perfect Boy, pacaran sama Anak Baru’.” Kata Rio sambil tersenyum.
“Apa loe bilang?? Gue, elo?? Jadiann..?? Mimpi loee!!” kata Ify lalu berlalu pergi.
“IYAA!! ITU EMANG MIMPIII…!!!! MIMPI YANG SEGERA JADI KENYATAAN” teriak Rio kencang.
Tanpa mereka berdua sadari, sepasang mata biru tengah melihat mereka dengan marah.
“Gue nggak bisa biarin ini terjadi. Zahra, loe harus bantu gue.” Katanya.
Ify segera berlari kekelasnya. Berusaha untuk tidak memedulikan orang-orang di sekelilingnya. Ada yang mencibir, ada yang memuji, ada juga yang cemburu.

@Kelas XI-2 IPS
            “Gila loe, Fy…” kata Agni, teman Ify saat mereka sedang berbincang-bincang saat jam istirahat.
            “Loe uda bikin Hot News terheboh di sekolah kitaa!!! Loe hebat, Fy!!” puji teman Ify yang bernama Via.
            “Ihkkk…. Kalian kenapa sihh?? Gue kan Cuma di anter Rio. Nggak lebih.” Elak Ify.
            “Tapi ini beda. Secara Rio itu The Most Perfect Boy dan loe thu Anak Baru di sekolah ini. Baru masuk lusa, dan langsung bisa menggandeng tangan Rio. Itu Amazing namanyaa!!!” kata Acha.
            “Masa sihh?? Perasaan biasa aja dehh..” kata Ify berusaha menahan malu.
            “Ceilahhh,, gaya loeee!!!” kata Agni.
            “Cieee………ciiieeeeee…. Ify nieee…” goda Via.
            Tiba-tiba,, gerombolan genk cewek yang biasa disebut “Perfect Girls” dating membanting pintu, menggebrak meja dan berteriak, “IFYYY!!!!!! DIMANA LOEEE!!!!!!!!!!!”
            Ify sadar dan langsung terkaget-kaget melihat Shilla, cewek yang mutusin Rio memanggil namanya sambil marah-marah. Ify segera menghampiri Shilla dan bertanya, “Kenapa, Shill?”
            “Nggak usah belaga nggak tau dehh… Sini loee!!’ kata Shilla kasar sambil menjambak rambut Ify.
            “Auu.. sakittt……” kata Ify merintih kesakitan.
            “Biarinn loe sakit. Itu malah lebih bagus buat gue.” Kata Shilla sambil tersenyum miring, dan tertawa iblis bersama teman-temannya.
            “Loe thu kenapa sih, Shill??” Tanya Ify sambil merintih kesakitan.
            “Loe Tanya gue kenapa? Loe ngaca donk! Siapa sih loe thu? Berani-berani rebut pacar orang!!” kata Shilla marah.
            “Maksud loe apa?” Tanya Ify.
            “Baru gue pututs ama Rio,, ehhh… Loe langsung ngembat dia. Mana harga diri loee???” Tanya Shilla marah.
            “Jadi maksud loe gue pacaran ama Rio?” Tanya Ify yang mulai naik darah.
            “Iyaa!! Loe emang pacaran kana ma Rio? The Most Perfect Boy sekolah kita. Ohh.. jadi sekarang anak baru ini mau belajar ngrebut pacar orang yaa?? Dasar cewek gatel!!!!!!” maki Shilla.
            “Loe boleh marah-marah am ague, tapi kalo loe sampe nginjek2 harga diri gue. Berarti loe uda cari mati!!!!” balas Ify tak kalah sengit.
            “Weiitttzzzzzzz,, gede juga thu nyali! Mo cari mati loee!! Gue gag takut kaleee…… Adanya elo yang malah ngibrit ke nyokap, bukan gue!” balas Shilla lagi. Akhirnyaa, terjadilah adu mulut antara Shilla dan Ify sampai akhirnya,,
            “Guysss,, langsung aja!! Siram thu badan. Dasar cewe gatell!!! *juststoryreaderss..” maki Shilla keras sampai terdengar ke kelas XI-3, kelas Rio. Langsung, badan Ify basah oleh air yang kemudian dilempar tepung dan telur oleh teman-teman Shilla.
            Dengan secepat kilat tapi telat, Rio dating ke kelas Rio. Ify yang melihat Rio langsung marah dan menghampirinya sambil memaki-maki Rio.
            “Hehhh,, LOEE!!! MaRIO Stevano Aditya Haling!! The MOST PERFECT Boy!!! Terima kasih uda nganterin gue, dan terima kasih udah buat masalah ini!! TERIMA KASIHH…” kata Ify sambil member penekanan pada kata yang di CapsLock.
            “Eh, Fy!! Tungguu!!!” kata Rio mencegat Ify pergi.
            “Apa?? Loe mau maki gue juga?? Ayo silahkann!! Biar kalian puas sekalian.” Kata Ify sambil menangis. Rio sudah tidak tahan lagi melihat Ify menangis. Rio segera menghampiri Ify, menghapus air matanya. Dan tanpa sadar pua dia mencium kening Ify. Ify terkaget-kaget, dia mendongakkan kepala, memberanikan diri untuk menatap Rio.
            “Maaf, Fy.” Kata singkat dari Rio namun juga menghangatkan Ify. Tanpa sadar Ify tersenyum sangat manis, senyum yang hanya ditujukan pada Rio.  Dihadapan semua siswa-siswi (karena lagi nggak ada guru.) yang mengelilingi kelas Ify, Rio mengumumkan sesuatu.
            “Jangan pernah kalian ganggu Ify lagi. Jangan pernah kalian mau jadi temen Shilla. Orang yang uda ngganggu orang yang gue sayang. Dia Ify.” Ify terkaget-kaget saat mendengarkan namanya disebut sebagai orang yang Rio sayang. Ify hanya tertunduk malu, dan berusaha untuk tidak menatap Rio.
            “Dan sekarang, Gue, Mario Stevano Aditya Haling, sudah berpacaran dengan Alyssa Saufika Umari. Jadi, jangan ganggu kami lagi.” Kata-kata terakhir Rio membuat penonton (?) terbengong, dan akhirnya bertepuk tangan ria member selamat pada Rio dan Ify. Berbeda dengan Rio yang terlihat pede, Ify malah terlihat sangat malu dan heran juga. Tiba-tiba Rio mengumumkan dia pacaran dengan Rio, padahal sebelumnya Rio tidak pernah menembaknya.
            Sementara di ujung, teman-teman Shilla sedang kesusahan membopong Shilla ke UKS karena sedang pingsan. Sampai akhirnya anak2 lain kembali ke kelas. Karena pelajaran sudah dimulai kembali.
@Kelas XI-2 IPS
            “Cieee…. Ify jadian ama Rio nihhh…” goda Agni.
            “Ceilahhh,, padahal tadi uda ngelak mentah2. Eh ternyata, beneran jadian.” Goda Via.
            “Iya nihh… Kok loe nggak cerita yang sebenernya sih, Fy?? Sama kita2. Kan kita sahabat loe.” Kata Acha.
            “Bukannya gitu, Guys. Tapi gue sumpah yaa,, gag pacaran ama Rio.” Elak Ify.
            “Jiahhh,, masih ngelak aja nih anak.” Kata Agni.
            “Tau loe! Masih ngelak aja.” Kata Via.
            “Lah, terus? Kenapa Rio tadi bilang secara terang-terangan kalo dia uda resmi jadian am aloe?” Tanya Acha penuh selidik.
            “Itu jug ague nggak tau.” Jawab Ify.
            “HAH??? NGGAK TAU??” teriak A+V+A kompak yang disambut tolehan semua siswa, karena sekarang lagi ada pelajaran Matematika.
            “Ada apa, Via? Agni? Acha? Dan, Ify?” Tanya Pak Duta penuh selidik.
            “Ehh,, nggak papa kok, Pak. Cuma iseng doank.” Kata Agni sambil nyengir.
            “Iseng-iseng. Sana kalian berempat keliling lapangan basket 5 kali!” perintah Pak Duta.
            “Eh iya, Pak. Permisi.” Kata Agni, yang diikuti V+A+I.
@Lapangan Bakset
            “Thu guru emang bego apa apaan sih??” Tanya Agni.
            “Udah tau kelas kita jauh bgt dari Lapangan Basket. Eh, malah disuruh lari disini.” Omel Via.
            ‘Nggak papa kan?? Justru itu yang menguntungkan.” Kata Acha. Sontak anak2 yang laen menoleh ke Acha.
            “What your maksud, Acha?” Tanya Agni dengan bahasa belepotan.
            “Yaa,, kita nggak usah ngejalanin hukuman. Nyantai aja, ke kantin kek. Ngecengin anak basket, kekk.. Toh abis gini bel.” Kata Acha.
            “Briliannn!!!!!” jawab Via.
            “Wahh,, loe bolot2 gitu pinter juga yaa.” Kata Agni.
            “Sialan loee!!” jawab Acha.
            “Hahahaaa…” mereka tertawa brsama, kecuali Ify. Dia masih melamun memandangi lapangan basket. Mau apalagi kalau bukan, ngeliatin Rio.
            “Udah sana samperin aja. Kan udah jadian.” Goda Via.
            “Iya, Fy. Ntar loe keduluan fansnya lagi.” Kata Acha.
            “Enggak, ah. Orang gue bukan pacarnya.” Kata Ify.
            “Cieee… yang merah pipinyaa…” goda Agni.
            Tiba-tiba, Rio sudah ada dihadapan Ify. *waa,, cepet banget yaa?? Penulis sampe kagum. Rio suadh memasang senyum kilatnya. Saat keringetan gini, Rio keliatan ganteng banget menurut Ify *danRISE.
            “Gue mo ngomong am aloe.” Kata Rio.
            ‘Ya udah ngomong.” Jawab Ify berusaha cuek.
            “Empat mata.” Kata Rio.
            “Ya udah, dehhh…” jawab Ify pasrah. Akhirnya Rio memilih di pojok kantin. Tempat sepi yang berhadapan langsung dengan taman SMA swasta tersebut.
            “Maaf, gue uda ngaku-ngaku tadi.” Kata Rio.
            “gapapa. Itu salah gue. Gara-gara gue dating di kehidupan loe, masalah jadi tambah banyak.” Kata Ify.
            “Kok bisa? Loe nggak salah kok. Gue seneng loe dating.” Jawab Rio sambil tersenyum manis pada Ify.
            “Masa sih? Bukannya kemaren loe bilang, gue hadir dikehidupan loe tuh cma bawa masalah. Iya kan?” Tanya Ify.
            “Iya, tadinya sih gitu. Tapi sekarang nggak.” Jawab Rio.
            “Maksud loe?” Tanya Ify. Tiba-tiba, Rio mendekatkan mukanya ke Ify, sehingga jarak antara muka Rio dan Ify sudah tinggal 1 cm lagi. Kemudian Rio berbisik dengan lembut, “Bukan Salahmu, Aku Cinta.” Kemudian mencium lembut bibir mungil Ify.
            Ify kaget, tapi dia tidak bisa berkata-kata lagi. Saat Rio melepaskan diri dari Ify, Ify hanya bisa tersenyum senang dan memeluk Rio erat. Dan mereka tidak tau bahwa Agni, Via, Acha, dan anak2 basket sudah mengintip mereka sejak tadi.
<<TAMATTT!!!!!!!!!>>>>>>>>>>>>>>
            Gimana?? Bagus nggak?? Like coment saran jangan lupa.
Add : Ditta De’lophever Ichimaru
Add : Ditha Iclalvinosztarise JgaSmashblastbm
Follow : @ditha_tha27
Blog : www.gudangceritaditha.blogspot