Bagaimana menurut anda tentang Blogger ini?

Tampilkan postingan dengan label Cerbung IC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerbung IC. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2011

Gue bencii eLo!! (Cerbung IC) - Part 5


Hy, Guys. Part 5 nihh.. Jreng jengggg... Tapi, sayang nihhh. Nggak khas Ditha banget sekarang. Yang biasanya banyak bacod. N' cerewet banget. Abis, Ditha lagi sakit gigi. *wkwkk.Ngelesmode::on. Ya udah,, daripada gigi tambah linu. Langsung aja, Part 5,,,

>>>>>>>>>>>>>>>


"Teeetttttttt..............teeetttttttttt....................teeettttttttttttttttt.............."
Bel masuk berbunyi. Anak2 segera dikumpulkan ke luar lapangan. Sang Ketos, Rio menjelaskan lagi permainan hari pertama. Setelah itu, tanda peluit pun menunjukkan kalau kegiatan sudah bisa dimulai.
"Priiiittttttttttttt" *apadehpeluitgila.
Sementara Ify dkk tampak lesu dan tidak bersemangat. Terlebih Ify. Mereka dengan lesunya berjalan menuju kelas. 

@Kelas X-3

"Guysss, gue gag selera banget dehh. Harus ngasih surat buat nembak Rio hari ini. Amit-amit dah, mimpi apa gue semalem bisa apes kayak gini." oceh Ify sambil tampang muka cemberut. Lain halnya dengan Via, wajahnya tampak ceria.
"Ahh, gue mo buat surat sebagus mungkin buat Iel. Biar dia terima gue." kata Via sambil senyam-senyum gila.
"Etdahh loe, Vi. Loe kesambet setan cintrongg yeee?? Bisa setreesss kayak tadi. Cckckckk.. Gue khawatir bonyok loe ndaftarin loe ke RSJ." kata Agni yang langsung mendapat toyoran gratis dari Ify plus Shilla.
"Iyaa,, gue lagi kesambet setan cinta. Ohh !! Cinta, begitu indahhnyaaaaa!!" kata Via sambill menerawang
"Ihhkkkk, loe kok gila sih Vi?" tanya Shilla sambil pasang tampang 'jijay'
"Vionnggggg!! Sadar dong loee!!! Masak sihh?? Kakak gue bisa bikin loe jadi gila kayak gini. Ckckckkk.. Pake jurus apa sih dia bisa ngeluluhin hati loe." komentar Ify sambil geleng-geleng kepala. Tiba-tiba, Cakka datang sambil cengar-cengir ke arah Agni.
"Ngapain loe kesini??" tanya Agni jutek.
"Jiaahhhh... Nona cantik jangan jutek-jutek dong. Nanti Cantiknya ilang lhohh, Nona !!." gombal Cakka sambil mesam-mesem gaje.
"Ihhhkkkkk... Apa dah loe !! GOMBALL!!!" kata Agni sambil meninggalkan Cakka sendirian.
"Nona Cantikkk !!!! Tungguin Abang Cakka yang super duper ganteng dan mempesona ini donkk!!!" kata Cakka sambil menyusul Agni. Sementara Ify dan Shilla cuma cekakakan liat aksi Agni dan Cakka.
"Adohhh.. Sumpah tuh anak dua bikin gue ngakak aja." komentar Shilla disela-sela tawanya
"Iyaa, aneh-aneh aja tuh Cakka. Dia nggak tau apaa?? Agni itu paling kagak bisa di gombalin. Hatinya tuh keras banget kayak batu. Gue jamin, kalo si Cakka berhasil ngeluluhin hati Agni. Tuh anak uda bisa disebut nomer satu SEDUNIAA. Wakakakkaaa.." komentar Ify sambil ngakak. Sementara Via, sudah dengan asyiknya nulis surat sambil senyam-senyum gaje.
"Jiahh, ni anak maikn gila aja. Uda dehh, daripada gue ikutan gila. Mending gue nulis di Kantin aja. Sambil ngemil." kata Ify.
"Jiaahhh??? Fyyy,,, tunggu gue donkkkk!!!!!" teriak Shilla *paketoa sambil berlari menyusul langkah Ify. tapi, tiba-tiba Shilla dan Ify berpapasan dengan Alvin, Iel, dan Rio yang lagi dikerubungi cewek-cewek. Mereka tampak begitu risi dengan kerumunan fans2 gila yang mengerubungi mereka. Sementara di seberang, Cakka terlihat bermain kejar-kejaran dengan Agni dan fans2 gilanya juga. Shilla dan Ify mau tak mau ngakak abis2san melihat Alvin, Cakka, Rio, Agni, dan Iel. 
"Ahahahaaaa.... Kasian semua yaa. Untung aja kita nggak jadi mereka." komentar Shilla. Samar-samar Shilla mendengar Alvin meronta-ronta dan menyebut nama Shilla.
"Woyyy!!! Uda udahh!! Gue uda dapet tau. Gue uda punya pacar, dia adalah ASHILLA ZAHRANTIARA. Jai maaf kalo kalian terlambat. Heheehheee.." kata Alvin lalu berusaha keluar dari kerumunan penggila fans'nya. saat melihat ada Shilla yang lagi membelalakan matanya, Alvin tersenyum puas dan tiba-tiba merangkul bahu Shilla.
"Nahhh,, ini pacar gue sekrang. Jadi, gue minta maaf ya. Kalian cari yang laen aja. Okee...." kata Alvin.
"Ihhkkkkk, apaan sih loe, Vin. Gue bukan pacar loe tauu!!!" teriak Shilla lalu menginjak kaki Alvin dan berlari pergi diikuti oleh Ify.
"Auuuuuu!!!!!!! SAKITTTTT!!!!" kata Alvin mengaduh kesakitan. Rio yang disitu melihat ada Ify langsung menyegat Ify. Rio menahan lengannya dan berkata, "Fy, jangan pergi dulu."
"Whatt?? Kenapa??" tanya Ify dengan tampak jutek.
"Mana janji loe?? Mana suratnyaa??" tanya Rio.
"Ohhhhhhhhhh......... Gue belom bikin." kaat Ify polos. #.GUBRAKK!!
"Jiahhh.. capedee.. Ya udah gue tunggu ya di ruang OSIS kalo uda selesai." kata Rio.
"Iya iyaa.. Oke." jawab Ify datar.

Sementara itu,,,

"AGNIIII!!!!!! WAIT MEEE!!! TUNGGUIN GUE. JANGAN LARI LOEEE!!!!" teriak Cakka mengejar-ngejar Agni.
"Enggakkk!!! Gue nggak akan berhenti sebelum loe berhenti berbuat gilaa!!" teriak Agni pada Cakka. Sementara itu fans-fans Cakka masih mengejar-ngejar Cakka.
"CAKKKAAAAA!!!!! TUNGGUIN KITA DONK!"
"CAKKA GANTENGG!! AKU MO NGASIH SURAT BUAT NEMBAK KAMU. BERHENTI DONKK!!" 
"CAKKAAAAAAA!!! I LOVE YOUUUUUUUU!!!!!" 
"Ihhkkk.. Gila kali ya fans-fans gue. Uda gue bilang kagak mau ya kakag mau. Pake maksa-maksa segala."
"Gilaaa.. Fans-fans Cakka pada sarap apa ya?? Cakka jelek kayak gini di bilang ganteng. Katarak tuh mata." batin Cakni bersamaan.
"Agni, gue cuma mau loe yang nembak gue. Bukan mereka-mereka ini." kata Cakka. Agni berhenti, membalikkan badan dan menatap garang Cakka.
"OGAHHH!!!!!!" kata Agni.
"Ayolaahhhh,,, pleaseeeeeee!!!!" kata Cakka memohon.
"OGAHHHH!!!" tolak Agni lagi.
"Gue mau nglakuin apa pun biar loe mau terima gue." kata Cakka dengan tampang memelas.
"Emangnyaa?? Kenap sih loe maksa gue banget. Kaya kaga ada yang laen aja." kata Agni
"Soalnyaa...emm..soalnyaa..." Cakka terlihat ragu buat menjawab
"Soalnya apa??" desak Agni.
"Soalnyaa..." kata Cakka lalu menggenggam tangan Agni. Diahadapan fans-fansnya. Fans2 Cakka cuma cengo melihat kejadian itu. Mereka langsung berhenti mendesak untuk berlari. Sampe tubrukan kayak abis ngerem mendadak *aduhh,,ngaconyakumat! Semua mata memandang kearah Cakka. Sementara jantung Agni terus berdetak kencang. Dia bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan Cakka. 
"Jangan-jangan. Cakka nembak gue. Aduhh,,, kagak mungkin dia suka ama gue."  batin Agni.
Cakka menarik napas, dan melanjutkan kata-katanya. "Karena gue, sayang sama loe." kata Cakka pelan. Kemudian, Cakka melanjtutkan kata-katanya. "Gue tau, semua terlalu cepat. Loe juga nggak harus jawab gue sekarang kok." kata Cakka lalu melepas tangan Agni dari genggamannya.
Sementara diseberang, Shilla dan Alvin yang lagi berdebat hebat langsung cengo liat adegan Cakni. Rio dan Ify yang lagi dikantin makan sambil nunggu Ify nyelesaiin suratnya langsung berdiri dan cengo melihat adegan Cakka nembak Agni. Siviel, yang lagi asyik pacaran langsung keluar kelas dan cengo *juga ngeliatin adegan Cakka nembak Agni. Sementara Guru2, Kepsek dan karyawan lagi di ruang guru rapat sampai pulang.
"Sapa bilang gue nggak bakal bilang sekarang. Gue bakal jawab sekarang kok, Cakka Kawekas Nuraga." kata Agni tiba-tiba membuat mata Cakka yang pertama pasrah menjadi berbinar-binar.
"Eittzzzz, tapi jangan geer dulu loe. Gue punya satu syarat yang harus loe turuti dulu." kata Agni sambil tersenyum.
"Apa syaratnya??" tanya Cakka.
"Loe harus adu masak lawan gue." jawab Agni. Mata RiFy, SivIel, dan AlShill langsung bunder kayak mo copot ngedenger syarat Agni.
"Gue kira adu basket. Kalo itu gue yakin Agni menang." kata Ify.
"Gue kira adu gitar. So pasti Cakka menang." kaat Rio yakin.
"Gue kira Fashion show banci." kata Alvin. yang laen langsung menoleh dan ketawa ngakak sambil noyor kepala Alvin.
"Gila loee!! Fashion Show banci. Mo bikin malu Cakka apa?" komentar Iel.
"Gila loe, Vinn!!! Dasar cowok sarap loe. Gue makin ogah nembak loe nihh.." komentar Shilla.
"Yahhhhhhhhhh!!!!!!!!!! Jangan donk, Shilonggg!!! Ampunn. Alvin calon Prince'mu yang tampan dan mempesona ini. Minta maaf donkkk!!!!!" kata Alvin memelas.
"Ogahh...." jawab Shilla cuek sambil melipat tangan.
"Plissss..." mohon Alvin dengan tampang memelas.
"No wayyy... gue tetep nggak mau." kata Shilla masih kukuh untuk menolak Alvin.
"Ahhh,,,,, gue traktir es krim dehhh..." kata ALvin
"No..noo..noooo..."
"Gue beliin Magnum Classic satu kerdus, Cornetto satu kerdus, Mini Cornetto due kerdus. Gimaannaaa??"
"Emm,, oke dehhh...." 
Sementara RiFy,,
"Uda selesai belom, Fy??" tanya Rio sambil melirik kertas Ify.
"Eittsssss,,,, apa loe nglirik2?? Kan uda gue bilang jangan nglirik." kata Ify jutek.
"Yeee... abis gue penasaran banget sihhh..." jawab Rio sambil ngelirik kertas Ify. Ify langsung menutup kertasnya. lagi-lagi, waktu Ify menulis, Rio curi-curi pandang ke kertas Ify. Tapi, Ify tetap merahasiakannya. Akhirnya dengan segala penasaran Ify selesai menulis, dan diberikannya kertas itu pada Rio.
"Nihh,, uda jadi. Inget tapi,, jangan geer loee!!" kata Ify.
"Oke. Thaks ya, gue buka nihh..." kaat Rio. Dan saat dibuka terdapat beberapa barisan kata-kata menakjubkan yang dibuat Ify.
"For Mario Stevano Aditya Haling. Pertama waktu gue ngeliat muka loe yang udik nan item itu. Gue langsung mo muntah ngeliatnya. Apalagi waktu loe panggil gue and temen2 gue. Tapi, itu berubah pass gue sadar dari ruang UKS. Ternyata loe yang bopong gue. Gue bertetima kasih, tapi loe minta imbalan. Kagak ikhlas ya loe?? Loe suruh gue nembak loe waktu MOS. Gue ogah banget nembak loe. tapi, karena loe tawarin gue Yupi, gue mau. Ternyata, loe nggak seburuk itu. Waktu loe nganterin gue pulang dan sekalian maen, loei keliatan sopan dan baik banget sama keluarga gue. Terutama Keisha. Gue mulai berubah pikiran tentang loe, dan gue mau buka hati gue buat elo. Tapi dengan segala keterpaksaan, Mau nggak loe jadi cowok gue?? Selama MOS?" kata Rio. Kemudian Ruo menoleh ke arah Ify. Dia tengah asyik bermain dengan BB'nya dan tidak menghiraukan Ify. Rio yang dongkol abis akhirnya mengambil BB Ify.
"Ehh,, siniin BB gue. Maen ambil aja loee!!' kata Ify.
"Nggak. Loe nggak dengerin gue sih. Dengerin gue dulu." kaat Rio.
"Iyaa..iyaaaaa....." kata Ify pasrah.
"Gue, Mario Stevano Aditya Haling. Terima loe sebagai pacar gue, selama MOS." kata Rio serius.
"Iya udah deh. Lega gue.." kata Ify.

----tobecontinueee-------

Waw?? Gimana nih perjuangan Cakka buat dapetin cinta Agni?? 
Segini dulu yahh,, tangan gue uda keriting nihh.. Jangan lupa, keep coment+like+sarannya yaa

Gue bencii eLo!! (Cerbung IC) - Part 4


Hy, jumpa lagi bersama saiia, penulis amatiran yang siap melnjutkan cerbungnya yang smpt break ini. Ya udh, dri pd banyak bacod, mendingan langsung aja.Keep coment+like+sarannya. Part 4,,

>>>>>>>>>>>

:: Ify p.o.v ::
"Fy, gue  plg dlu ya.."ucp Via.
"Iy. Sma spa??" tanya Ify
"Iel." jawab Via singkat sambil senyum2 malu
"Oh... PDKT nieh cerita'ny.." goda Ify sambil menyenggol bahu Via
"Hehe..Ya udah, da!!" kata Via lalu meninggalkan Ify sendirian
"dah...."

Tiba-tiba ada seseorang yang nepuk pundak Ify dari belkangan. Ify pun menoleh dan betapa terkejutnya Ify begitu liat ada si Cungkring Rio. Langsung deh si Ify tereak, "AAAAAARRRRGGGGGGHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"Woyy!!! Woyyyyyyy!!!!!!!!!! Sdar woyy.. Ini gue Rio bukan maling." kata Rio sambil tutup telinga
"Ihhkkk... Loe tuh ngagetin gue aja. Kenapa sih?" tanya Ify heran
"Loe dititipin sama gue. Soalnya si Iel mo first date ama Via. Mobil elo lagi dipinjem Agni kan?? Jadii,,,, loe pulang bareng gue sekarang." kata Rio
"Ihhkkkk... Ogah!!! Gue nggak mau pulang bareng cowok item, pesek, cungkring, udik kayakn loe. Najong tralalaa gue." kata Ify.
Yeeee... L agian sapa juga yang mo pulang sama loe. Kalo bukan kar'na Chitatos dua kerdus juga loe uda gue tinggal dari tadi. Cckckkk.. Napa mesthi gue yaa?? Yang ngadepin cewek behel yang cueereeeweeettttttnya selangit kayak loe. Ampun dehhh..." cerocos Rio panjang lebar.
"Ya udah. Kalo loe nggak mau gue pulang sendiri aja. Naek angkot." kata Ify.
"Ya udah sonoo!!! Emang gue pikirinnnn!!! Weekkkkkk....." teriak Rio saat Ify sudah agak jauh. 
Rio segera berjalan menuju parkiran. Tapi, matanya masih tertuju pada Ify. Rio melihat Ify lagi susah payah cari abgkot dengan muka cemberut. (pantesanajapadakagakmau, orang  muka loe kayak Mpok Nori gitu. Ify : Ehh,, sembarangan aja loe, Ditt!! Muka gue tuh mahal tau harganya!! Penulis : Idihh,, emang loe pernah jual muka loe?? Berape?? Paling orang nawar goceng. Wahahaaa... Ify : Ihhkkk,, kampret loe Ditt!!! #.abaikan Lanjuutttttt)
"Kasian juga tuh anak. Apa gue tawarin pulang aja ya. Ahh, entar gue dicaci maki lagi. Tapii?? Kasian juga. Gitu2 si Ify juga adeknya si Iel. Gue tawarin aja deh."  batin Rio. 
Rio menstater Ninjanya dan menghampiri Ify yag lagi kepanasan.
"Eh, gue tawarin sekali lagi. Loe mau kagak? Daripada loe jadi item. Ya nggak?" tawar Rio. Ify yang ada disitu keliatan lagi mikir mau terima tawaran rio ato nggak. Tapi, akhirnya Ify menerima tawaran Rio. 
"Pegangan loe! ntar jatoh lagi." suruh Rio.
"Ahh, kagak. Kagak mau gue pegangan elo. Enak dielo sepetnya di gue." kata Ify.
"Nih anak gengsinya emang uda nggak ketulungan yaa. Stadium 4 ini namanya. Ya udah, biar nyahok gue banterin aja. Mumpung jalanan nggak macet." batin Rio.
"Ya udah dehh.. Terserah elo aja." kata Rio langsung menjalankan motornya ngebut. Kar'na kaget, Ify memeluk Rio erat. Kar'na ketakutan juga dia nggak berani ngendorin pegangannya. Sementara Rio didepan hanya tersenyum puas karena akhirnya Ify memeluknya.

<skip></skip>
<skip></skip>
<skip></skip>

Keesokan harinyaa,,,

@SMA MELODI BINTANG X-3

"Arrgghhh.... Loe tau yaa!! Kalo bukan kar'na si Rio bantu gendong gue ke UKS kemaren, kagak bakalan deh gue mau nembak dia hari ini." cerita Ify kesal pada sohibnya yang langsung diterima tawa membahana.
"Hahahaaaa.. Ini mah jodoh namanya, Fy. Udah lahh kalo loe emang jodoh ama Kak Rio. Terima ajaa.." komentar Agni sambil tertawa.
"Ahhh,,, gue nggak bisa bayangin muka loe kalo kalo lagi nembak Kak Rio. Pasti seru dehhh.." kata Via.
"Anjrittt, loeeee!!!" kata Ify sambil menjitak kepala Via.
"Gue update twiter dulu ahh... @ifyalyssa mo nembak @riostevadit nihhh.. Hebohh!! Hebohh!!" kata Shilla.
"Eh, sialan loe!! Siniin BB loe!!" kata Ify lalu menyambar BB Shilla. Saat melihat ke layar tweets Shilla uda di update. Ify langsung berteriak, "Arrgggghhhhhh!!!!!!!!!!!!! Sialaaaannnnnnn loe Shillll!!!!!!!!!!" kata Ify. Shilla langsung ngibrit lari2 kayak monyet takut dimakan Ify. Akhirnya terjadi adegan kejar-kejaran. Tapi, tiba2 si Shilla nabrak seorang cowok yang tak lain lagi adalah Alvin.
"Shillaaa!!! Loe bisa kagak sih jalan liat2. Gue lagi mo bawa Minuman taookk!!" kata Alvin marah.
"Upss... Sorry, Vin. Gue nggak sengaja. Hheeeheeee... Ya udah, gue tinggal dulu ya. Keburu dikejar Mak Lampir nihh.." kata Shilla yang langsung lari meninggalkan Ify.

@Kelas X-3

"Gila ya tuh anak dua. Kejar2ran kayak orang gila. Uda kagak waras apa yak mereka??" tanay Agni sambil geleng2 kepala.
"Iya tuhh... Pake nabrak orang lagi." tambah Via.

"Teeettttttt............teeeeeeetttttttttttttttt..................

The Magical of School - Chapter 2 "SEJARAH


<< Flashback mode:off >>
            Ada seorang wanita tua sedang berlari tergesa-gesa di sebuah hutan. Sebenarnya hutan itu terlarang, tapi ada sesuatu hal yang membuatnya berlari sampai kesitu.
            “Hoshhh…hoshhh…” wanita itu berhenti sejenak. Peluh menetes di pipinya, tapi tidak dihiraukannya. Dia terus menengok kebelakang. Suara teriakan yang seram membuatnya terus berlari ketakutan.
            “Jangan lari kau, Mariam!! Aku takkan pernah melepasmu!!” teriakan seorang lelaki membuatnya terus berusaha untuk berlari. Sebentar-sebentar dia terjatuh, kemudian berdiri lagi.
            Mariam –nama wanita itu- mendapati sebuah gubuk kecil. Mariam merasa dia dapat aman disana, karena telah mengambil jalan memutar yang tidak diketahui lelaki itu. Mariam mengerang kesakitan, tau-tau terdengar suara tangisan bayi. Di menoleh kearah kakinya dan mendapati seorang bayi laki-laki tengah menangis. Mariam sangat heran, sejak kapan dia hamil? Bukankah selama ini dia tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan lelaki manapun. Bahkan perutnya juga tidak besar tadi. Tapi mengapa sekarang tiba-tiba dia melahirkan bayi laki-laki?
            Tiba-tiba, angin berhembus kearah gubuk itu. Terlihat selembar kertas terbang dari luar kedalam gubuk itu melalui jendela. Mariam segera mengambilnya, dan membaca isinya.

Tolonglah, rawat bayi itu baik-baik. Ajarkan apa yang kau tau. Kelak bayi itu akan berguna bagi kau dan untuk Lourius. Dia akan menjadi masa depanmu. Jangan bertanya darimana datangnya bayi lelaki itu. Kau harus merawatnya seperti anakmu sendiri, ajarkan apa yang selama ini kau ajarkan. Kau harus memberinya nama, Gedsoen Damanik. Sesuai namamu. Mariam SiberGED SEONdirto DAMANIK. Kuharap kau tidak mengecewakanku.
From
                                                                                                                                - Someone-

            “Seseorang?? Siapa dia?” Mariam bertanya dalam hati.
            Hari berganti hari, Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Sudah 5 tahun Mariam merawat anaknya itu. Suatu hari, terdengar ketukan pintu yang keras dari gubuknya. Tanpa pikir panjang, Mariam yang sedang memasak didapur segera berlari menuju pintu. Dibukanya pintu yang sedari tadi diketuk dengan kasar.
            “Yaa,, tunggu sebentar.”
            “Ka..ka..kauu??” Betapa terkejutnya Mariam ketika melihat lelaki yang ada didepannya adalah lelaki yang mengejar-ngejar dirinya lima tahun yang lalu.
            “Ma..mau apa kau kemari?” Mariam bertanya sambil gelagapan. Tubuhnya gemetar, dan keringatnya mulai bercucuran. Hati kecilnya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Terutama bagi anaknya.
            “Masih berani kau bertanya? Apa selama 13 tahun aku mencarimu, lima tahun lalu aku terus mengejarmu, dank au tak tau apa maksudku? Jangan berpura-pura! Serahkan dia padaku atau kau akan mengakhiri hidupmu dengan tragis.” Ucap Lelaki itu geram.
            “Van Goo Kim? Apa maksudmu? Aku tak mengerti.” Ucap Mariam pura-pura tidak tahu. Padahal dalam hatinya dia sudah berdoa agar sesuatu yang selama ini tidak ingin terjadi tidak akan terjadi.
            “Pintar sekali kau. Berlagak tidak tahu didepanku. Tak usah au tutupi topengmu itu! Pura-pura tak tau. Kau pikir aku manusia bodoh? Untuk apa selama ini aku mengejarmu? Apa hanya untuk mengetuk pintu gubukmu yang kumuh ini? Tentu saja tidak! Aku ingin bayi itu! Serahkan padaku!! Cepatt!!!!” Van Goo Kim atau biasa dipanggil Lopus mulai geram dengan Mariam. Cowok berkebangsaan Korea-Belanda itu mengepalkan tangannya, menahan emosi selama 13 tahun.
            “Apa?? Bayi apa? Aku tak punya bayi. Bagaimana aku bisa mempunyai bayi jika tak ada satu pria pun di hutan ini.” Mariam mencoba tenang dan menahan keinginannya untuk segera membawa lari Ged –Gedsoen Damanik- dari situ.
            “Aktingmu itu memang sungguh bagus!! Tapi hanya untuk manusia bodoh seperti Kant.”kata Lopus memanggil salah satu pria bernama Kant yang pernah menjadi bagian dalam percintaan Mariam.
            “Lopuss!!!! Berhenti kau mengejek Kant. Dia ridak bodoh!! Dia sangar pintar!! Dia mau melakukan itu karena dia menyayangiku!! Tidak seperti kau!! Menyelipkan pil hasil eksperimenmu dalam sarapanku! Kau pikir selama ini aku tak tau?? Kau salahh!! Kalau bukan karena Kant, mungkin sekarang aku sudah gila karena mempercayai CINTA mu!! Cinta terpayah dalam hidupku!!” Mariam mengeluarkan semua uneg-unegnya. Kejanggalan hatinya mulai sedikit demi sedikit menipis. Sementara itu, Lopus Cuma bisa berdiri kaku mendengar semua perkataan Mariam.
            “Kau mungkin tak akan tau yang sebenarnya. Aku memang benar mencintaimu. Sampai detik ini pun aku masih mencintaimu.” Kata Lopus akhirnya.
            “Diam kau!! Aku tak mau mendengar kata-kata Cinta palsu darimu!!” Mariam sudah muak dengan semua perkataan Lopus.
            “Akan kujelaskan semuanya.”
            “Aku mencintaimu.. Sangat sangat mencintaimu.” Kata Lopus sambil menerawang.
            “Mencintaiku?? Hahahaa.. Bullshit lah semua katamu!!”
            “Dengarkan aku. Pertemuan saat itu. Saat aku sedang berburu di hutan, dan aku melihat seorang wanita yang menangis ketakutan. Aku seperti merasa ikut ketakutan. Tanpa kutau kenapa, aku mendekatinya dan membuatnya berhenti menangis. Tak kusangka ternyata dia Putri seorang Perdana Menteri di Inggris. Yang ternyata saat itu tersesat saat mereka sedang berkelana, menghindari kejaran prajurit dibawah kekuasaan Ratu, yang menyangka Sang Putri telah mencuri Kristal dan kalung berharga milik Inggris. Aku membawanya pulang. Sejak saat itu aku menyukainya. Bukan hanya menyukainya, tapi sangat mencintainya.”
            “Apakah wanitaitu aku?” Tanya Mariam hati-hati.
            “Ya. Wanita itu kau. Aku sudah berencana akan mengabarkanmy bahwa kita akan segera menikah. Tapi Kakekku, Lee Kyun Joong tak merestuinya. Padahal Ayah dan Ibu merestui. Aku berniat untuk membawamu pergi dan hidup bersama sendiri. Tapi aku kaget, saat aku hendak menghampirimu yang sedang di taman. Aku melihat kau bersama Kant, adikku bermain kejar-kejaran, berlarian dan sangat bahagia. Hatiku remuk. Tak kusangka ternyata selama ini dugaanku salah. Ku pikir walaupun tak pernar memberitahu tentang rencana pernikahan pun kau akan siap. Tapi ternyata tidak. Kau malah berduaan dengan Kant tanpa memikirkanku. Hal itu mulai membuatku berubah, aku seperti serigala buas. Tapi juga kadang seperti Goo Kim yang baik hati. Aku seperti berkepribadian ganda. Saat itu tak tau kenapa aku ingin membunuhmu. Aku mengejarmu sampai hutan ini. Sambil membawa beberapa senjata aku mengejarmu. Waktu itu aku seperti merasa bukan diriku yang sebenarnya. Saat mau makan, aku merasa aku seperti dimasuki sebuah roh. Dirasuki. Yang perlahan-lahan akan membunuhku sendiri. Aku melakukan eksperimen, sengaja berbohong pada Ayah, Ibu, Kakek, Kau, juga Kant. Aku mulai mencampurkan bahan sesuai keinginanku. Tanpa kuhitung berapa derajat, mili, atau apalah. Melalui beberapa proses, akhirnya bibit itu jadi. Keesokan harinya, aku mengendap-endap ke dapur dan memasukkan bibit itu dalam sarapanmu. Kau bahkan tidak mengetahui bahwa ada bibit itu. Aku seperti mau mati saat kau menelan bibit yang dicampur dengan makananmu. Tapi sebagia diriku juga puas. Aneh bukan?? Aku sungguh minta maaf. Dan sekarang aku akan membunuhmu. Supaya kau tak hadir dalam bayanganku. Kemudian mengambil Ged, dan membawanya pergi bersamaku.”
            “Lopus?? Kau sudah gila?? Dan  dari mana kau tau namanya?”
            “Bukan urusanmu. Kemarilah, aku akan mulai membunuhmu secara perlahan-lahan.” Lopus mulai gila, dia membuka pedangnya, melangkah maju dengan hati-hati kea rah Mariam. Mariam mundur hati-hati. Sampai diranjang, Mariam mengambil Ged yang sedang tertidur pulas. Langkahnya mulai bergerak kesamping. Sampai menyentuh gagang pintu. Dengan hati-hati Mariam membuka gagang pintu.
            “Ceklekk..” Ternyata Lopus tak sebodoh yang dia kira. Lopus mempercepat langkahnya. Pedang yang ada ditangannya dia goyang-goyangkan.
            Mariam sedikit takut dengan Lopus. Tapi cepat-cepat dia membuka pintunya. Yang dipikirkannya saat ini hanya kabur dan membawa Ged ke tenpat yang aman.
            “Maafkan aku, Lopus. Tapi aku harus pergi.” Kata Mariam lalu berlari sekencang-kencangnya. Tapi aneh, Ged sama sekali tidak terbangun.
            Sudah satu jam Mariam berlari. Kini dia telah sampai di sebuah desa. Untung saja Lopus masih jauh dibelakang. Sementara Ged masih tertidur pulas.
            “Aku harus mencari transportasi.” Mariam melihat sebuah gerobak menganggur. Tanpa piker panjang Mariam segera mengambilnya, meletakkan Ged di dalamnya dan berlari sekencang-kencangnya.
            “Bertahanlah, Ged. Aku akan membawamu ketempat yang aman.” Kata Mariam.
            Sudah dua hari mariam berlari dengan gerobak. Dia telah tiba di kota. Kebingungan mencari tempat untuk menitipkan Ged.

London, Inggris.
            Sepasang suami istri sudah siap dengan barang-barangnya untuk pergi ke bandara.
            “Sofi, apa semua barang sudah siap?” Tanya suami itu.
            “Sudah, Indra. Kita berangkat ke bandara sekarang?” Tanya Sofi.
            “Tentu.” Jawab Indra.
            Begitu mereka membuka pintu, mereka melihat ada seorang bayi dengan 8 kalung berbandul cincin di tubuhnya. Tubuh mungilnya dibalut dengan kain berwarna putih dan diletakkan di dalam keranjang. Keduanya kaget saat melihat bayi laki-laki itu. Mereka mengambilnya, mengambil kalung, serta sepucuk surat yang diselempitkan di kalung yang dikenakan bayi itu. Sebuah kalung emas putih dengan bandul kotak yang bisa dimasukkan sepucuk surat kecil. Bentuknya sangat indah.
            Indra membuka surat itu dan membaca,,
            Untukmu,,
            Sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak selama setahun sejak perkawinannya.
            Rawat baik-baik, jangan kau telantarkan bayi ini. Jangan pisahkan kalungnya dengan dia. jangan pisahkan! Dan juga 8 kalung cincin itu. Ada dua dari setiap kalung yang memiliki warna yang sama. Biru, Merah, Hijau, dan Emas. Kalung itu akan berharga dimasa depan. Ikuti perintahku! Kalung biru, letakkan di tong sampah bandara. Kalung merah, letakkan di bawah meja nomor 8 Café Stempioner. Kalung hijau, letakkan di depan kantor pos. kalung emas, simpan baik-baik. Kelak dia besar, tiba saatnya kau akan menyerahkan padanya. Kalung itu akan memberikan mereka petualangan tak terhingga. Takdir menunggu 8 anak pilihan. Termasuk anak ini. Sekolahkan ditempat yang tepat di Indonesia. Bukankah kalian akan pulang ke tanah air kalian? Beri nama dia, Gabriel Stevent Damanik. Sembunyikan nama belakangnya. Ganti menjadi Gabriel Stevent.
                                                                                    Tertanda,,- kautakperlutauaku-

The Magical of School - Chapter 1 #B "PROLOG2"


Hy hyy.. hyyy… Pada puasa nggak nihh?? Puasa kann?? Hayoo,, yang batal ketauannn nihhh!!! Hahahaaa… Buat yang menjalankan ibadah puasa selamat menjalankan,, dan buat yang nggak puasa ayyoooo puasaaa!! Entar dimarahin sama Tuhan lhooo!!! Daripada kalian bosen dan nggak ada aktivitas gara-gara puasa,, mendingan baca cerbung admin aja yang masih segerr.. Biar nggak kelaperan (lhaa?? Ada hubungannya tho??) Ya udahh dehh,, daripada baca bacodnya admin yang gaje, mending langsung baca ajaaa.. okeee… (waduhh,, uda kebelet yaaa?? Eh, tahan dulu, Nengg.. bentar lagi mulai kokk..!! wkwkkk.. :D *terlalugirang)

<<cekiidoootttttttttttttttttt>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

            “Jadii ginii,, “ belum selesai Ify melanjutkan ceritanya tiba-tiba seorang anak laki-laki dengan badan tegap, kira-kira kelas 3 SMA memasuki rumah Rio dengan kunci yang dilempar-lempar alias dibuat mainan.
            “Sapa tuh, Yo??” Tanya Shilla heran.
            “Lahh,, itu kan si Iel?? Lhoo,, bukannya dia ada di Amrik??” Alvin keheranan melihat kehadiran Iel yang tiba2 datang, nggak diundang, nggak dianter pula.
            “Iel?? Mana-manaaa???” Rio langsung kalang kabut mencari keberadaan Iel. Maklum lahh,, Iel itu sobat Rio yang paling dekat dengannya. Baru Jumat kemarin (sekarang hari Rabu) Iel ada di Amrik untuk liburan yang katanya seminggu, eh taunya malah uda dating sekarang. Bikin bingung aja. Oh yaa,, Iel itu sebenernya uda punya pacar namanya Sivia. Tapi Sivia masih ada di Singapure buat lomba olimpiade Kimia selama 2 minggu. Mereka uda jadian selama 2 bulan lebihh..
            “Noh si Iel ada di halamann..” sahut Alvin sambil menunjuk Iel yang lagi enak-enaknya main BB.
            “Mana manaa?? Iel!!!!!!! Oh my God Iel!!!!!! Loe uda pulang yaaa…” Rio berteriak histeris sambil berlari kea rah Iel dan memeluknya kencang. Shilla yang melihat adegan rada nggak wajar itu langsung melongo, sedangkan Alvin Cuma geleng-geleng seakan sudah biasa melihat tingkah laku yang gila dari Rio, sementara Ify merutuk dirinya karena sempat terpesona dengan orang homo.
            “Siapa kamu?” Tanya Iel heran. Wajahnya pucat pasi, walaupun sedang asyik bermain BB, tapi tetap tidak bisa menyembunyikan kepucatannya dari Rio.
            “Loe Tanya siapa gue? Loe amnesia ape?? Ini gue Rioo… Pacar loe yang kerenn. Eh, maksudnya sobat loe yang kerennya minta ampun.” Kata Rio diiringi embel2 narsiznya, sementara Ify langsung berlagak muntah-muntah, nggak sudi dengan pernyataan Rio.
            “Loe itu apa?? Aku tidak terlalu fasih bahasa Indonesia. I just can speak English, Ican’t speak Indonesia with kinds. And, what was you say?” Tanya Iel.
            “Sumpah dehh.. Gue jadi makin aneh sama semua ini. Udah loe,, maksudnya kamu masuk dulu. Nanti aku dan yang lainnya akan menceritakan padamu.” Kata Rio berusaha berbicara dengan bahasa yang baik dan benar.
            “Hmm…” Iel terlihat menimbang-nimbang.
            “Trust me, Iel.” Kata Rio yakin.
            “Okee…”
            Kemudian mereka berdua masuk kedalam. Shilla, Ify, dan Alvin hanya menatap mereka dengan ekspresi yang berbeda-beda. Ify Cuma mengangkat alis (maklum, Ify kan nggak akrab sama Iel.), Shilla dengan tatapan biasa ajaa.. sabodo amat dia sapa, orang gue nggak kenal. Begitu pikirnya. Sedangkan Alvin merasa kayak orang bodoh, berdiri sambil garuk-garuk kepala.
            “Sebenernya kenapa sih, Yo?” Tanya Alvin heran.
            “Gini. Iel.. Iel…” Rio tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
            “Iel kenapa? Kok loe jadi gagap gitu sih? Iel nggak papa kan?” mau nggak mau Alvin jadi khawatir, apalagi saat melihat nggak ada reaksi sama sekali dari Iel. Iel hanya diam sambil mentap lurus ke depan.
            “Iel amnesia, Broo..” kata Rio.
            Rio berat sekali mau mengatakannya, tapi apa adya. Daripada berbohong, yang ujung2nya tengkar. Lebih baik dia terus terang aja. Saat sadar dari pikirannya, Rio mendapati ekspresi Alvin yg tidak berkedip sama sekali. sejak kapan Alvin nggak berkedip gitu??
            “Vin?? Vinn???” Rio meraba-raba mukanya, tapi tetap tidak ada jawaban. Tiba-tiba, terlintas ide jail di benaknya. Rio mendekatkan mukanya dengan muka Alvin sehingga muka mereka tinggal beberapa senti. Rio memonyongkan bibirnya seperti hendak mencium Alvin. Baru setelah itu Alvin sadar dan berteriak sekencang-kencangnya.
            “ARGGHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!”

****

            “Jadi gitu?? Si Iel itu amnesia?? Dan dia nggak inget apa-apa lagi. Termasuk Sivia? Pacarnya?” begitulah tanggapan Shilla begitu diceritakan seluk-beluknya. Walaupun tidak mengenal Iel dan tidak tau menau tentang Iel, tapi se enggaknya dia juga ikut prihatin.
            Sekarang, Iel sudah ada dikamarnya. Rio hanya menatapnya nanar, kemudian kembali lagi ke gazebo.
            Ify hanya mengangguk-angguk tanda mengerti tanpa berkomentar sedikitpun. Baginya, masalah Iel ini tidak terlalu penting karena dia tidak mengenal Iel. Yang terpenting baginya sekarang adalah menjelaskan apa yang sempat terputus tadi.
            “Hmm,, Guys. Sorry nih.. Tapi bisa nggak kita balik ke topic awal. Siapa tau ini ada hubungannya sama Iel.” Kata Ify. Sontak semua menoleh ke arahnya.
            “Oh iyaa,, jadi kenapa tadi?” Shilla ikut penasaran dengan kalimat yang nggantung.
            “Jadii..”
            “Haii.. lagi ngapain?” Rio dating dengan muka tanpa dosa. Semua menatap Rio dengan marah.
            “Kenapa..”
            “SSTTTT!!!!!!” kompak mereka mendiamkan suasana. Rio tidak berkutik, dia ikut diam dan duduk bergabung bersama mereka.
            “Jadi begini, dulu waktu gue SMP, nyokap gue ngasih gue kalung cincin ini. Pas gue Tanya kenapa, Nyokap gue bilang kalo ini wasiat turun temurun. Sebenernya gue nggak percaya. Menurut gue ada sesuatu di kalcin ini. Menurut gue kalcin punya kita bukanlah kalcin biasa. Akhirnya gue putusin buat menyelidiki kalcin ini. Gue pinjem beberapa buku di perpus. Dan gue baca satu-satu. Ada satu buku, dan kebetulan gue pinjemnya di Perpustakaan laen. Judulnya The Magical of School. Gue merasa tertarik sama buku itu. Buku itu sih sekarang uda gue balikin. Tapi tenang aja! Gue uda copy isinya dan print semua, trus gue jilid. Jadi gue uda punya copy an bukunya.”
            “Lanjuttt….”
            “Disitu di tulis…”

The Magical of School - Chapter 1 "PROLOG"


Haii, All. Maaf yaa cerbung ini baru sekarang dipost. Coz admin Ditha sbuk, wehehee… Oke, cerbung ini bertemakan tentang Petualangan, tapi masih bersifat santai. Bahasanya masih pake gue-loe dgn sedikit bumbu2 lelucon. Mungkin penjelasan ceritanya yang lebih ke novel-novel. Tapi, semoga ini tidak mengganggu kalian. Ceritanya lebih ke Novel aja. Coz admin pengennya kalo nggak kiamat nihh,, pas umur 20 ke-atas (mahasiswi) bisa mengirim cerita ini ke teenlit (ceilahh,, ngarep ajaa.. *tapisemogadehh..). Oke, nggak usah ngebacod, kita langsung ke ceritanya yaa.. Happy Read, Guys!!^^
<<cekiidoooooootttttttttttttttttt>>>>>>>>>

“THE MAGICAL OF SCHOOL”

            Seorang anak lelaki tengah berlari tergesa-gesa menyusuri koridor sekolah yang sepi. Tentu saja, karena semua murid sudah pulang sekolah.
            Rio melirik jam tangan hitam yang melingkar di tangan kirinya, dia mendesah pelan sambil terus berlari menuju suatu ruangan.
<skip>
<skip>
            “Ceklekk…” suara pintu dibuka Rio dengan hati-hati. Bukan karena takut diketahui orang, tapi supaya suaranya tidak terlalu keras. Semakin keras suaranya, semua menyengat di telinga. Rio melirik ke atas. Terdapat papan nama bertuliskan, “Kelas XI-2 IPS”. Dengan hati-hati, Rio berjalan memasuki ruangan kelasnya itu. Untung saja Pak Bimo, salah satu pembantu pelaksana yang memegang kunci kelas belum menutup pintu kelas, jadi Rio masih bisa masuk ke kelas itu. Sekolah memang sudah sepi, padahal sekarang masih pagi. Tentu saja karena pulang pagi. Biasanya kalo sekolah lagi pulang pagi, murid-murid suka ngacir ke tempat2 laen kalo pas  pulang sekolah, nggak langsung pulang.
            Rio berjalan mendekati sebuah bangku. Derap-derap langkah kakinya terdengar jelas. Matanya langsung berbinar-binar begitu melihat sebuah kalung berbandul  cincin yang tergeletak di bangku.
            “Untung deh ni kalung ketemu. Coba kalo enggak, uda jadi babu deh gue sebulan.” Kata Rio setengah mengomel pada dirinya sendiri.
            “Lho, Panci?? Ngapain loe disini?” seorang perempuan dengan paras yang cantik, tapi agak belagu (hahaa.. :D) berdiri di ambang pintu sambil menyenderkan badannya pada sisi kanan pintu dan melipat tangannya.
            “Panci-panci jidat loe ngedrum. Dating-dateng maen ledek gue seenak jidat aja. Nggak ada panggilan laen apa?? Yang lebih baik dari pada itu.” Omel Rio.
            “Lohh??? Emang itu nama loe kan?? Maliol Stepanci Aditya Maling. Bukannya gitu yang ada di facebook?? Bukannya PP loe itu yang ada gambar loe lagi promoiin panic produksio terbaru loe kan?” cewek itu masih nyerocos panjang lebar dengan muka tanpa dosa, sementara Rio uda panas panas meledak ndengerin ejekannya.
            “Loe!! Cewek dagu runcing! Berani loe ngatain kakak kelas loe yang ganteng ini seenak jidot!! Nggak punya santun sopan loe??!! Eh, sopan santun maksudnya.” Kata Rio sambil mendekati cewek tsb. Muka sama muka, uda tinggal 3 sentimeter lagi antara muka Rio dan cewek itu.
            Ify (cewek yang ngeledek Rio “my prince….!!^^” *wkwkk..!) terlihat menahan napas. Matanya sudah merem melek – merem melek. Bagaimana tidak? Mimpi apa dia bisa sedekat ini dengan Rio, cowok paling top se-sekolah yang sangat dia benci. Karena menurutnya, Rio Cuma modal tampang doank tapi prestasinya cetek banget. Padahal sebenernya salah besar! Rio itu termasuk 3 besar murid paling pintar dan berprestasi di SMA Kirista. Dengan urutan ke 2 setelah Lintar. Selain itu, prestasinya juga cukup menonjol. Rio mampu menjadi kapten basket Tim A di sekolahnya saat kelas sepuluh. Dan juga langsung popular saat pertama kali. Rio juga jago di bidang music. Dia sangat pintar dalam menciptakan lagu menggunakan gitarnya, juga dapat menguasai teknik2 Piano dan cara2 mempelajarinya dalam waktu seminggu saat berumur 5 tahun. Jadi nggak masuk akal juga ya kalo ada yang bilang Rio Cuma modal tampang? Tapi itulah Ify, profokator Riters alias rio haters. Ify paling benci sama cowok2 model Rio yang menurutnya Cuma modal tampang. Tapi, biar bagaimana pun, nggak ada orang yang sempurna. Begitu pula dengan Rio. Rio sangat trauma sama yang namanya ketinggian, Rio juga phobia banget sama Kelinci. Katanya bulunya itu bikin merinding (kalo merinding peluk admin aja, Yo. Wkwkk.. :D *ditimpukkinRise).
            “Ma..ma..mau apa loee??” Tanya Ify gelagapan.
            “Menurut loe?” Rio hanya menjawab pertanyaan Ify dengan 2 kata.
            “Maksud loe?” Ify malah balik menanya. Ketakutan menyelimuti Ify, lebih tepatnya deg-degan. Pikirannya sudah jauh melayang ke ujung mimpi.
            “Bukannya sekolah lagi sepi? Jadi nggak bakal ada yang ngeliat.” Kata Rio masih terus menatap Ify. Seakan memancing Ify untuk memikirkan hal yang sebenernya Cuma lelucon baginya.
            “Yoo..”
            “Apa?”
            “Yo,, gu..” belum sempat Ify melanjutkan katanya Rio sudah mencium pipinya dengan lembut. Sekitar 5 detik kemudian, Rio melepaskan dirinya dan berdiri menghadap Ify.  Seakan sudah benar-benar ke ujung mimpi Ify berdiri terpaku dengan mata terbelalak. Disentuhnya pipi bekas ciuman Rio sambil tersenyum malu. Pipinya sudah penuh dengan corak merah mirip pipi yang abis dikerokin. (gaje mode:on, guys..)
            Rio nggak tau kenapa dia bisa ngelakuin hal senekat itu. Romantis ih romantis, tapi mendadak banget ya?? Pertamanya, Rio nggak ada rencana buat nyium Ify. Tapi nggak tau kenapa, tiba-tiba Rio malah mencium Ify. Begitu sadar dengan apa yang Dia lakukan, Rio langsung melepaskannya.
            “Eh, maaf-maaf. Gue lancing. Sumpah nggak sengaja, kalo loe mau marah silahkan marah aja.” Rio jadi salah tingkah. Begitu pula dengan Ify. Mereka sama-sama nggak tau mau ngomong apa.
            “Eh, iya. Eh,” Ify terlihat sangat salah tingkah. Tidak tau harus bicara apa.
            “RIOOO!!!!!!! AYOO, PULANGG!!!! LAMA BANGET SIH LOEEE!!!!” seorang cewek dengan suara (yang asli deh bisa bikin gendang telinga pecah) cempreng berteriak sekencang-kencangnya pada Rio.
            Mereka berdua langsung menoleh begitu melihat ada cewek dengan suara cemprengnya berteriak-teriak nggak jelas di halaman tepat didepan kelas itu. Cewek itu menghampiri Rio dengan muka mirip nenek lampir.
            “Shilla? Ngapain loe dating-dateng kesini?” Rio heran melihat cewek yang ternyata bernama Shilla itu dating dengan pakaian rumah.
            “Ngapain??!!! Loe masih Tanya ngapain?? Gini yaa MARIO STEVANO ADITYA HALING SEPUPU GUE TERJIJAY, bukannya loe uda janji mau ngasih gue kalung itu. Sekarang mana kalungnya?” ujar Shilla dengan member penekanan dan meninggikan suaranya pada kata2 yang di caps lock.
            “Ya tapi kan nggak usah sampe segitunya kali, nyusul2 gue kesini. Pake baju rumah lagi. Malu-maluin gue aja loe.” Rio melihat pakaian yang Shilla kenakan dari atas sampai bawah. Rio meringis. Tidak menyangka bahwa sepupunya ini cukup gila dating kesini dengan pakaian seperti itu. Tank top putih, celana pendek warna kuning dan sandal jepit kelinci.
            “Napa loe ngeliatin gue kayak gitu? Ngiri ya? Gue cantik tapi loe nggak cantik. Jangan-jangan loe sebenernya punya jiwa permpuan lagi? Ato jangan-jangan loe uda ngerencanain acara trans gender?” ujar Shilla yang ngaconya mulai kumat. Sementara Ify yang sedari tadi Cuma diam mulai angkat bicara. Bukannya tertarik dengan perang saudara antara Rio dan Shilla, tapi Ify malah tertarik dengan kalung yang disebutkan Shilla tadi.
            “Em, Shill, loe bilang kalung tadi?” Tanya Ify hati-hati.
            “Iya. Napa?” Tanya Shilla cuek.
            “Enggak. Gue Cuma nanya. Emang kalungnya kayak apa?” Tanya Ify.
            “Katanya Cuma nanya, tapi kok malah nanya terus. Itu bukan Cuma nanya namanya, tapi pengen tau.” Ujar Rio sambil meledek Ify.
            “Ehh,, diem dah loee!!! Bukan urusan loe tauu!!!” ujar Shilla kesal sambil menjitak kepala Ify.
            “Uda deh, Yo. Nggak usah sok ikut campur deh loe! Dasar playboy cap kebo loe! Pake acara cium-cium gue segala. Jijay tau nggak!!” kata Ify kesal yang nggak sadar kalo dia keceplosan ngomong.
            “Whattt!!!????!!!! LOE DICIUM RIO??? OH MY GOD!!!!!!!!!!” Shilla langsung heboh begitu mendengar penuturan Ify. Sedangkan Rio malah shock gara-gara Ify keceplosan ngomong. Rio berpikir keras berusaha mengalihkan perhatian, begitu pula Ify yang sadar tentang apa yang Ify omongin langsung mmbekap mulutnya sendiri.
            “Eh, apa tuh!! Wah, ada Justin Bieber!!” kata Rio berusaha mengalihkan perhatian.
            “Mana?? Manaa??” Shilla langsung lirik kanan-kiri mencari sosok Justin Bieber. Sementara Rio langsung menarik  tangan Ify dan lari dari hadapan Shilla.
            “1..2…….3………………… LARIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Rio sekencang-kencangnya sambil menarik tangan Ify.
            “Eh, ehhh….. RIOOO!!!!!!! AWAS NANTI DI RUMAH!! Gue jamin loe nggak bakal selamet!!” teriak Shilla memenuhi semua kemarahannya.
--------
Shilla p.o.v
            Shilla melirik jam yang terdapat di hapenya. Sudah 1 jam Shilla menunggu di pinggir jalan. Menunggu taksi yang padahal nggak lewat sama sekali di situ. Shilla terus menerus melirik jam, berharap ada taksi yang lewat. Tapi, tetap kosong. Shilla lebih memilih menunggu taksi daripada naik angkot, karena menurutnya nggak aman. Lagipula, Shilla itu anak modis-sepupu Rio yang baru dating dari Singpore- jadi nggak mungkin mau naik taksi. Mau telpon, hapenya lagi bokek pulsa. Mana dompet kosong lagi.
            Sedang enak-enaknya toleh kanan toleh kiri –cari taksi, barangkali ada taksi lewat sambil lirak-lirik barangkali ada cowok ganteng lewat- tiba-tiba ada sepur lewat, eh enggak ding. Ada ninja hijau lewat di depan mata. Pengendaranya nggak tau mukanya kayak apa, -ancur apa kagak- soalnya tuh orang pake helm –yaiyalah pake helm, kalo enggak pasti uda kena tilang-. Dan yang jelas tuh orang berkelamin cowok.

Rify p.o.v
            Rio menarik tangan Ify sampai di parkiran. Karena kesal tangannya ditarik terus, Ify melepaskan tangannya dengan kasar.
            “Duhh,, loe tuh gila yaa!!! Tarik-tarik tangan gue sampe parkiran. Nih liat tangan gue uda merah tauu!!!” omel Ify sambil menunjukan pergelangan tangannya yang merah abis.
            “Mana?? Sini gue cat biar jadi kuning.” Kata Rio lalu meraih pergelangan tangan Ify. Ify menepisnya dengan kesal.
            “Enak aja maen bilang di cat. Emang loe kira tangan gue tembok apa?” omel Ify kesal.
            “Bukan tembok, tapi got.” Sahut Rio asal.
            “Ihh,, rese banget sih loe jadi cowokk!!” omel Ify kesal sambil memukul tangan Rio.
            “Yeee… terserah gue donk mau rese kek, mau soto, mau goreng, mau kuah, mau kaldu. Apa urusannya ama loe?? Lagipula nih yaa,, gue heran banget sama loe. Tiap ketemu gue ngomel muluu.. Emang gue salah apa sih sama loe??” Tanya Rio.
            “Ya.. yaa.. soalnya.. soalnyaa..” Ify sudah kalah telak pas Rio nanya kayak gitu. Alhasil, Ify Cuma salah tingkah sambil garuk-garuk kepala –yang sebenernya nggak gatel sama sekali-
            “Kenapa loee?? Kok gagap gitu?? Ponakan Aziz gagap loe?” Tanya Rio makin mendesak.
            “Yaa.. enggak lahh!! Guee.. gue Cuma.. Cuma, emm..” Ify masih bingung mau menjawab apa. Sementara Rio uda gondok nungguin jawaban dari Ify yang lamanya selangitt..
            “Ahh,, lolak loee!! Uda deh, gue mau pulang.” Rio tidak menghiraukan Ify lagi. Dia mengenakan helmnya dan kemudian menstater dan pergi meninggalkan Ify yang uda gondok stengah idup.
            “Bukannya ngajak gue pulang bareng, ehh,, malah ninggalin gue di parkiran. Nggak tanggung jawab bnget sih tuh anak! Sapa juga yang uda tarik2 gue kesini. Jin apa??” dumel Ify kesal.
           
Shilla p.o.v
            Shilla masih ke heranan dengan cowok di depannya ini. Dia melepas helmnya dan berdiri dengan –sok- cool –menurut Shilla- yang sama sekali nggak bikin klepek-klepek.
            “What are you doing at here?” Tanyanya sok inggris.
            “What is the problem with you? Are you my brother? Father? Or my boyfriend? No. So, this isn’t your problem, Bro.” jawab Shilla nggak kalah inggris.
            “Uda-uda.. nggak usah sok inggris. Males bgt. Tadi gue Cuma belajar bahasa inggris. Soalnya besok ada ulangan.” Kata cowok itu.
            “Oh ya, loe siswi Kirista?” Tanya cowok itu.
            “Calon.” Jawab Shilla singkat. Cowok itu hanya mengernyitkan dahi.
            “Maksud gue, gue belom jadi siswi Kirista, gue baru akan masuk besok. Loe sapa?” tany a Shilla.
            “Gue Alvin. Ketos Kirista.” Kata Alvin sambil menyodorkan tangannya. Bukannya membalas tangan Alvin, Shilla malah heran dan mengernyitkan dahi. Seakan mengerti. Alvin melepaskan tangannya dan menghela napas.
            “Kayaknya loe cukup sombong buat seorang murid baru.” Kata Alvin sambil menaruh tangannya di saku.
            “Maksud loe?” Tanya Shill nggak ngerti.
            “Hmm,, loe lemot juga ya kalo mikir. Uda deh, gue capek jadi cowok sok cool. Gue ini Ketos Kirista, cowok paling popular di sekolah. Nomer dua sih.. Nomer satunya pasti Rio lahh.. Oh ya, Rio itu sohib gue. The Most Populer di Kirista.” Jelas Alvin. Shilla mengernyitkan dahi, Rio? Rio sepupu gue ya?
            “Maksud loe, Mario Stevano Aditya Haling?” tanya Shilla.
            “Lah?? Kok loe tau sih?” Tanya Alvin heran.
            “Orang dia sepupu gue.” Jawab Shilla enteng.
            “Oh.. sepupu Rio. Yang katanya bawel itu?” Tanya Alvin.
            “Apa?? Rio ngatain gue bawel? Trus dia bilang apa lagi?” Tanya Shilla.
            “Dia bilang,,,,,” Alvin sengaja menggantung kalimatnya supaya Shilla penasaran.
            “Bilang apa?” desak Shilla. Kemudian Alvin menunjukkan jari telunjuknya.
            “Dia bilang!! Loe jelekkk!!!” kata Alvin.
            “Tunggu.. Cincin di tangan loe?” Tanya Shilla.
            “Kenapa? Ini cincin pemberian nyokap gue.” Kata Alvin.
            “Gue juga punya. Tapi pake kalung. Cincinnya sama kayak punya loe!” kata Shilla.
            “Gue juga punya kalungnya, tapi di laci kamar gue. Emang mana puny aloe?” Tanya Alvin.
            “Masih di Rio sihh.. Loe anter gue ke rumah sekarang. Kayaknya ada yang aneh.” Kata Shilla.
            Kemudian mereka pergi ke rumah Shilla.

Rify p.o.v
            Sebelumnya Rio nggak berminat mengajak Ify bareng, malah Rio sudah meninggalkannya sendirian. Tapi, karena nggak tega ngeliat Ify yang harus jalan kaki buat cari angkot –apalagi Jakarta kota yang nggak aman-, jadi Rio nawarin Ify bareng. Pertama sih Ify nggak mau, Ify uda terlanjur kesal. Tapi akhirnya Ify mau juga.
            Mereka nggak langsung pulang ke rumah Ify, mereka pulang ke rumah Rio. Ify sendiri yang mengajaknya. Karena kata Ify ini berhubungan dengan kalung berbandul cincin yang dimiliki Rio, Shilla dan Ify.
<<flash back mode : on>>
            “Sini liat, gue mau liat kalung cincin puny aloe ama Shilla.” Kata Ify.
            “Kenapa?” Tanya Rio heran.
            “Soalnya gue juga punya. Cincinnya sama kayak puny aloe.” Kata Ify.
            “Mana puny aloe?” tanay Rio. Ify menunjukkan cincinnya, dan benar ternyata sama dengan punya Rio.
            “Pasti ada sesuatu dibalik semua ini. Gue uda lama selidiki ini. Eh, yo. Bisa nggak kita ke rumah loe. Gue mo ngasih tau sesuatu.” Kata ify.
            “Up to you deh..” jawab Rio pasrah.
<<flash back mode : off>>
@Rumah Rio, Gazebo
            Rify sudah ada di gazebo rumah Rio. Dan kebetulan ada Shilla dan Alvin disitu. Mereka berkumpul dan mulai menunjukkan cincin masing-masing.
            “Wih,,, kok puny ague sama sih sama loe, Vin??” tanay Shilla heran.          
            “Ya man ague tau.” Jawab Alvin cuek.
            “Kok kita berempat sama-sama punya yaa??” Tanya Rio tiba-tiba.
            “Tepat. Itu pertanyaan yang gue tunggu2.” Ify mengagetkan Al-Shill-Yo dngan pernyataannya.
            “Aztajimm..” kata Alvin.       
            “Maksud loe, Fy??” Tanya Rio mulai tertarik.
            “Jadiii…..”