Bagaimana menurut anda tentang Blogger ini?

Sabtu, 13 Agustus 2011

The Magical of School - Chapter 1 "PROLOG"


Haii, All. Maaf yaa cerbung ini baru sekarang dipost. Coz admin Ditha sbuk, wehehee… Oke, cerbung ini bertemakan tentang Petualangan, tapi masih bersifat santai. Bahasanya masih pake gue-loe dgn sedikit bumbu2 lelucon. Mungkin penjelasan ceritanya yang lebih ke novel-novel. Tapi, semoga ini tidak mengganggu kalian. Ceritanya lebih ke Novel aja. Coz admin pengennya kalo nggak kiamat nihh,, pas umur 20 ke-atas (mahasiswi) bisa mengirim cerita ini ke teenlit (ceilahh,, ngarep ajaa.. *tapisemogadehh..). Oke, nggak usah ngebacod, kita langsung ke ceritanya yaa.. Happy Read, Guys!!^^
<<cekiidoooooootttttttttttttttttt>>>>>>>>>

“THE MAGICAL OF SCHOOL”

            Seorang anak lelaki tengah berlari tergesa-gesa menyusuri koridor sekolah yang sepi. Tentu saja, karena semua murid sudah pulang sekolah.
            Rio melirik jam tangan hitam yang melingkar di tangan kirinya, dia mendesah pelan sambil terus berlari menuju suatu ruangan.
<skip>
<skip>
            “Ceklekk…” suara pintu dibuka Rio dengan hati-hati. Bukan karena takut diketahui orang, tapi supaya suaranya tidak terlalu keras. Semakin keras suaranya, semua menyengat di telinga. Rio melirik ke atas. Terdapat papan nama bertuliskan, “Kelas XI-2 IPS”. Dengan hati-hati, Rio berjalan memasuki ruangan kelasnya itu. Untung saja Pak Bimo, salah satu pembantu pelaksana yang memegang kunci kelas belum menutup pintu kelas, jadi Rio masih bisa masuk ke kelas itu. Sekolah memang sudah sepi, padahal sekarang masih pagi. Tentu saja karena pulang pagi. Biasanya kalo sekolah lagi pulang pagi, murid-murid suka ngacir ke tempat2 laen kalo pas  pulang sekolah, nggak langsung pulang.
            Rio berjalan mendekati sebuah bangku. Derap-derap langkah kakinya terdengar jelas. Matanya langsung berbinar-binar begitu melihat sebuah kalung berbandul  cincin yang tergeletak di bangku.
            “Untung deh ni kalung ketemu. Coba kalo enggak, uda jadi babu deh gue sebulan.” Kata Rio setengah mengomel pada dirinya sendiri.
            “Lho, Panci?? Ngapain loe disini?” seorang perempuan dengan paras yang cantik, tapi agak belagu (hahaa.. :D) berdiri di ambang pintu sambil menyenderkan badannya pada sisi kanan pintu dan melipat tangannya.
            “Panci-panci jidat loe ngedrum. Dating-dateng maen ledek gue seenak jidat aja. Nggak ada panggilan laen apa?? Yang lebih baik dari pada itu.” Omel Rio.
            “Lohh??? Emang itu nama loe kan?? Maliol Stepanci Aditya Maling. Bukannya gitu yang ada di facebook?? Bukannya PP loe itu yang ada gambar loe lagi promoiin panic produksio terbaru loe kan?” cewek itu masih nyerocos panjang lebar dengan muka tanpa dosa, sementara Rio uda panas panas meledak ndengerin ejekannya.
            “Loe!! Cewek dagu runcing! Berani loe ngatain kakak kelas loe yang ganteng ini seenak jidot!! Nggak punya santun sopan loe??!! Eh, sopan santun maksudnya.” Kata Rio sambil mendekati cewek tsb. Muka sama muka, uda tinggal 3 sentimeter lagi antara muka Rio dan cewek itu.
            Ify (cewek yang ngeledek Rio “my prince….!!^^” *wkwkk..!) terlihat menahan napas. Matanya sudah merem melek – merem melek. Bagaimana tidak? Mimpi apa dia bisa sedekat ini dengan Rio, cowok paling top se-sekolah yang sangat dia benci. Karena menurutnya, Rio Cuma modal tampang doank tapi prestasinya cetek banget. Padahal sebenernya salah besar! Rio itu termasuk 3 besar murid paling pintar dan berprestasi di SMA Kirista. Dengan urutan ke 2 setelah Lintar. Selain itu, prestasinya juga cukup menonjol. Rio mampu menjadi kapten basket Tim A di sekolahnya saat kelas sepuluh. Dan juga langsung popular saat pertama kali. Rio juga jago di bidang music. Dia sangat pintar dalam menciptakan lagu menggunakan gitarnya, juga dapat menguasai teknik2 Piano dan cara2 mempelajarinya dalam waktu seminggu saat berumur 5 tahun. Jadi nggak masuk akal juga ya kalo ada yang bilang Rio Cuma modal tampang? Tapi itulah Ify, profokator Riters alias rio haters. Ify paling benci sama cowok2 model Rio yang menurutnya Cuma modal tampang. Tapi, biar bagaimana pun, nggak ada orang yang sempurna. Begitu pula dengan Rio. Rio sangat trauma sama yang namanya ketinggian, Rio juga phobia banget sama Kelinci. Katanya bulunya itu bikin merinding (kalo merinding peluk admin aja, Yo. Wkwkk.. :D *ditimpukkinRise).
            “Ma..ma..mau apa loee??” Tanya Ify gelagapan.
            “Menurut loe?” Rio hanya menjawab pertanyaan Ify dengan 2 kata.
            “Maksud loe?” Ify malah balik menanya. Ketakutan menyelimuti Ify, lebih tepatnya deg-degan. Pikirannya sudah jauh melayang ke ujung mimpi.
            “Bukannya sekolah lagi sepi? Jadi nggak bakal ada yang ngeliat.” Kata Rio masih terus menatap Ify. Seakan memancing Ify untuk memikirkan hal yang sebenernya Cuma lelucon baginya.
            “Yoo..”
            “Apa?”
            “Yo,, gu..” belum sempat Ify melanjutkan katanya Rio sudah mencium pipinya dengan lembut. Sekitar 5 detik kemudian, Rio melepaskan dirinya dan berdiri menghadap Ify.  Seakan sudah benar-benar ke ujung mimpi Ify berdiri terpaku dengan mata terbelalak. Disentuhnya pipi bekas ciuman Rio sambil tersenyum malu. Pipinya sudah penuh dengan corak merah mirip pipi yang abis dikerokin. (gaje mode:on, guys..)
            Rio nggak tau kenapa dia bisa ngelakuin hal senekat itu. Romantis ih romantis, tapi mendadak banget ya?? Pertamanya, Rio nggak ada rencana buat nyium Ify. Tapi nggak tau kenapa, tiba-tiba Rio malah mencium Ify. Begitu sadar dengan apa yang Dia lakukan, Rio langsung melepaskannya.
            “Eh, maaf-maaf. Gue lancing. Sumpah nggak sengaja, kalo loe mau marah silahkan marah aja.” Rio jadi salah tingkah. Begitu pula dengan Ify. Mereka sama-sama nggak tau mau ngomong apa.
            “Eh, iya. Eh,” Ify terlihat sangat salah tingkah. Tidak tau harus bicara apa.
            “RIOOO!!!!!!! AYOO, PULANGG!!!! LAMA BANGET SIH LOEEE!!!!” seorang cewek dengan suara (yang asli deh bisa bikin gendang telinga pecah) cempreng berteriak sekencang-kencangnya pada Rio.
            Mereka berdua langsung menoleh begitu melihat ada cewek dengan suara cemprengnya berteriak-teriak nggak jelas di halaman tepat didepan kelas itu. Cewek itu menghampiri Rio dengan muka mirip nenek lampir.
            “Shilla? Ngapain loe dating-dateng kesini?” Rio heran melihat cewek yang ternyata bernama Shilla itu dating dengan pakaian rumah.
            “Ngapain??!!! Loe masih Tanya ngapain?? Gini yaa MARIO STEVANO ADITYA HALING SEPUPU GUE TERJIJAY, bukannya loe uda janji mau ngasih gue kalung itu. Sekarang mana kalungnya?” ujar Shilla dengan member penekanan dan meninggikan suaranya pada kata2 yang di caps lock.
            “Ya tapi kan nggak usah sampe segitunya kali, nyusul2 gue kesini. Pake baju rumah lagi. Malu-maluin gue aja loe.” Rio melihat pakaian yang Shilla kenakan dari atas sampai bawah. Rio meringis. Tidak menyangka bahwa sepupunya ini cukup gila dating kesini dengan pakaian seperti itu. Tank top putih, celana pendek warna kuning dan sandal jepit kelinci.
            “Napa loe ngeliatin gue kayak gitu? Ngiri ya? Gue cantik tapi loe nggak cantik. Jangan-jangan loe sebenernya punya jiwa permpuan lagi? Ato jangan-jangan loe uda ngerencanain acara trans gender?” ujar Shilla yang ngaconya mulai kumat. Sementara Ify yang sedari tadi Cuma diam mulai angkat bicara. Bukannya tertarik dengan perang saudara antara Rio dan Shilla, tapi Ify malah tertarik dengan kalung yang disebutkan Shilla tadi.
            “Em, Shill, loe bilang kalung tadi?” Tanya Ify hati-hati.
            “Iya. Napa?” Tanya Shilla cuek.
            “Enggak. Gue Cuma nanya. Emang kalungnya kayak apa?” Tanya Ify.
            “Katanya Cuma nanya, tapi kok malah nanya terus. Itu bukan Cuma nanya namanya, tapi pengen tau.” Ujar Rio sambil meledek Ify.
            “Ehh,, diem dah loee!!! Bukan urusan loe tauu!!!” ujar Shilla kesal sambil menjitak kepala Ify.
            “Uda deh, Yo. Nggak usah sok ikut campur deh loe! Dasar playboy cap kebo loe! Pake acara cium-cium gue segala. Jijay tau nggak!!” kata Ify kesal yang nggak sadar kalo dia keceplosan ngomong.
            “Whattt!!!????!!!! LOE DICIUM RIO??? OH MY GOD!!!!!!!!!!” Shilla langsung heboh begitu mendengar penuturan Ify. Sedangkan Rio malah shock gara-gara Ify keceplosan ngomong. Rio berpikir keras berusaha mengalihkan perhatian, begitu pula Ify yang sadar tentang apa yang Ify omongin langsung mmbekap mulutnya sendiri.
            “Eh, apa tuh!! Wah, ada Justin Bieber!!” kata Rio berusaha mengalihkan perhatian.
            “Mana?? Manaa??” Shilla langsung lirik kanan-kiri mencari sosok Justin Bieber. Sementara Rio langsung menarik  tangan Ify dan lari dari hadapan Shilla.
            “1..2…….3………………… LARIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Rio sekencang-kencangnya sambil menarik tangan Ify.
            “Eh, ehhh….. RIOOO!!!!!!! AWAS NANTI DI RUMAH!! Gue jamin loe nggak bakal selamet!!” teriak Shilla memenuhi semua kemarahannya.
--------
Shilla p.o.v
            Shilla melirik jam yang terdapat di hapenya. Sudah 1 jam Shilla menunggu di pinggir jalan. Menunggu taksi yang padahal nggak lewat sama sekali di situ. Shilla terus menerus melirik jam, berharap ada taksi yang lewat. Tapi, tetap kosong. Shilla lebih memilih menunggu taksi daripada naik angkot, karena menurutnya nggak aman. Lagipula, Shilla itu anak modis-sepupu Rio yang baru dating dari Singpore- jadi nggak mungkin mau naik taksi. Mau telpon, hapenya lagi bokek pulsa. Mana dompet kosong lagi.
            Sedang enak-enaknya toleh kanan toleh kiri –cari taksi, barangkali ada taksi lewat sambil lirak-lirik barangkali ada cowok ganteng lewat- tiba-tiba ada sepur lewat, eh enggak ding. Ada ninja hijau lewat di depan mata. Pengendaranya nggak tau mukanya kayak apa, -ancur apa kagak- soalnya tuh orang pake helm –yaiyalah pake helm, kalo enggak pasti uda kena tilang-. Dan yang jelas tuh orang berkelamin cowok.

Rify p.o.v
            Rio menarik tangan Ify sampai di parkiran. Karena kesal tangannya ditarik terus, Ify melepaskan tangannya dengan kasar.
            “Duhh,, loe tuh gila yaa!!! Tarik-tarik tangan gue sampe parkiran. Nih liat tangan gue uda merah tauu!!!” omel Ify sambil menunjukan pergelangan tangannya yang merah abis.
            “Mana?? Sini gue cat biar jadi kuning.” Kata Rio lalu meraih pergelangan tangan Ify. Ify menepisnya dengan kesal.
            “Enak aja maen bilang di cat. Emang loe kira tangan gue tembok apa?” omel Ify kesal.
            “Bukan tembok, tapi got.” Sahut Rio asal.
            “Ihh,, rese banget sih loe jadi cowokk!!” omel Ify kesal sambil memukul tangan Rio.
            “Yeee… terserah gue donk mau rese kek, mau soto, mau goreng, mau kuah, mau kaldu. Apa urusannya ama loe?? Lagipula nih yaa,, gue heran banget sama loe. Tiap ketemu gue ngomel muluu.. Emang gue salah apa sih sama loe??” Tanya Rio.
            “Ya.. yaa.. soalnya.. soalnyaa..” Ify sudah kalah telak pas Rio nanya kayak gitu. Alhasil, Ify Cuma salah tingkah sambil garuk-garuk kepala –yang sebenernya nggak gatel sama sekali-
            “Kenapa loee?? Kok gagap gitu?? Ponakan Aziz gagap loe?” Tanya Rio makin mendesak.
            “Yaa.. enggak lahh!! Guee.. gue Cuma.. Cuma, emm..” Ify masih bingung mau menjawab apa. Sementara Rio uda gondok nungguin jawaban dari Ify yang lamanya selangitt..
            “Ahh,, lolak loee!! Uda deh, gue mau pulang.” Rio tidak menghiraukan Ify lagi. Dia mengenakan helmnya dan kemudian menstater dan pergi meninggalkan Ify yang uda gondok stengah idup.
            “Bukannya ngajak gue pulang bareng, ehh,, malah ninggalin gue di parkiran. Nggak tanggung jawab bnget sih tuh anak! Sapa juga yang uda tarik2 gue kesini. Jin apa??” dumel Ify kesal.
           
Shilla p.o.v
            Shilla masih ke heranan dengan cowok di depannya ini. Dia melepas helmnya dan berdiri dengan –sok- cool –menurut Shilla- yang sama sekali nggak bikin klepek-klepek.
            “What are you doing at here?” Tanyanya sok inggris.
            “What is the problem with you? Are you my brother? Father? Or my boyfriend? No. So, this isn’t your problem, Bro.” jawab Shilla nggak kalah inggris.
            “Uda-uda.. nggak usah sok inggris. Males bgt. Tadi gue Cuma belajar bahasa inggris. Soalnya besok ada ulangan.” Kata cowok itu.
            “Oh ya, loe siswi Kirista?” Tanya cowok itu.
            “Calon.” Jawab Shilla singkat. Cowok itu hanya mengernyitkan dahi.
            “Maksud gue, gue belom jadi siswi Kirista, gue baru akan masuk besok. Loe sapa?” tany a Shilla.
            “Gue Alvin. Ketos Kirista.” Kata Alvin sambil menyodorkan tangannya. Bukannya membalas tangan Alvin, Shilla malah heran dan mengernyitkan dahi. Seakan mengerti. Alvin melepaskan tangannya dan menghela napas.
            “Kayaknya loe cukup sombong buat seorang murid baru.” Kata Alvin sambil menaruh tangannya di saku.
            “Maksud loe?” Tanya Shill nggak ngerti.
            “Hmm,, loe lemot juga ya kalo mikir. Uda deh, gue capek jadi cowok sok cool. Gue ini Ketos Kirista, cowok paling popular di sekolah. Nomer dua sih.. Nomer satunya pasti Rio lahh.. Oh ya, Rio itu sohib gue. The Most Populer di Kirista.” Jelas Alvin. Shilla mengernyitkan dahi, Rio? Rio sepupu gue ya?
            “Maksud loe, Mario Stevano Aditya Haling?” tanya Shilla.
            “Lah?? Kok loe tau sih?” Tanya Alvin heran.
            “Orang dia sepupu gue.” Jawab Shilla enteng.
            “Oh.. sepupu Rio. Yang katanya bawel itu?” Tanya Alvin.
            “Apa?? Rio ngatain gue bawel? Trus dia bilang apa lagi?” Tanya Shilla.
            “Dia bilang,,,,,” Alvin sengaja menggantung kalimatnya supaya Shilla penasaran.
            “Bilang apa?” desak Shilla. Kemudian Alvin menunjukkan jari telunjuknya.
            “Dia bilang!! Loe jelekkk!!!” kata Alvin.
            “Tunggu.. Cincin di tangan loe?” Tanya Shilla.
            “Kenapa? Ini cincin pemberian nyokap gue.” Kata Alvin.
            “Gue juga punya. Tapi pake kalung. Cincinnya sama kayak punya loe!” kata Shilla.
            “Gue juga punya kalungnya, tapi di laci kamar gue. Emang mana puny aloe?” Tanya Alvin.
            “Masih di Rio sihh.. Loe anter gue ke rumah sekarang. Kayaknya ada yang aneh.” Kata Shilla.
            Kemudian mereka pergi ke rumah Shilla.

Rify p.o.v
            Sebelumnya Rio nggak berminat mengajak Ify bareng, malah Rio sudah meninggalkannya sendirian. Tapi, karena nggak tega ngeliat Ify yang harus jalan kaki buat cari angkot –apalagi Jakarta kota yang nggak aman-, jadi Rio nawarin Ify bareng. Pertama sih Ify nggak mau, Ify uda terlanjur kesal. Tapi akhirnya Ify mau juga.
            Mereka nggak langsung pulang ke rumah Ify, mereka pulang ke rumah Rio. Ify sendiri yang mengajaknya. Karena kata Ify ini berhubungan dengan kalung berbandul cincin yang dimiliki Rio, Shilla dan Ify.
<<flash back mode : on>>
            “Sini liat, gue mau liat kalung cincin puny aloe ama Shilla.” Kata Ify.
            “Kenapa?” Tanya Rio heran.
            “Soalnya gue juga punya. Cincinnya sama kayak puny aloe.” Kata Ify.
            “Mana puny aloe?” tanay Rio. Ify menunjukkan cincinnya, dan benar ternyata sama dengan punya Rio.
            “Pasti ada sesuatu dibalik semua ini. Gue uda lama selidiki ini. Eh, yo. Bisa nggak kita ke rumah loe. Gue mo ngasih tau sesuatu.” Kata ify.
            “Up to you deh..” jawab Rio pasrah.
<<flash back mode : off>>
@Rumah Rio, Gazebo
            Rify sudah ada di gazebo rumah Rio. Dan kebetulan ada Shilla dan Alvin disitu. Mereka berkumpul dan mulai menunjukkan cincin masing-masing.
            “Wih,,, kok puny ague sama sih sama loe, Vin??” tanay Shilla heran.          
            “Ya man ague tau.” Jawab Alvin cuek.
            “Kok kita berempat sama-sama punya yaa??” Tanya Rio tiba-tiba.
            “Tepat. Itu pertanyaan yang gue tunggu2.” Ify mengagetkan Al-Shill-Yo dngan pernyataannya.
            “Aztajimm..” kata Alvin.       
            “Maksud loe, Fy??” Tanya Rio mulai tertarik.
            “Jadiii…..”

Karra's Wish - Part 1


“Karra.. ayo cepetann.. Nanti telat lho !!”, ucap seorang wanita dari bawah sebuah ruangan mini dengan dinding warna biru. Dan di dinding tersebut terpajang foto-foto kengan sang pemilik. Yaitu, Karra. Ya.. Ini adalah kamar Karra. Gadis berusia 13 tahun itu sedang bersiap-siap untuk pindah ke Bandung. Kota asalnya.
“Iya, Ma.. Karra udah mau turun ini. Tungguin, Ma !!” seru Karra. Gadis berambut shaggy pendek sebahu agak panjang berwarna hitam yang dikuncir ekor kuda dengan tak keruan. Dengan mata birunya yang sembab karena habis menangis, dia membawa kopernya yang besar, berisi pakaian-pakaian dan peralatan lainnya. Dan satu tas selempangan biri kesayangannya. Sejenak dia terhenti, dan menatap suatu foto yang terpajang di meja belajarnya. Disitu terdapat dua gadis cantik yang sedang tersenyum menatap kamera. Foto close up Karra
“Aku kangen kamu..”
Belum sempat ia selesai melanjutkan kalimatnya. Seorang wanita paruh baya sedang berdiri berkacak pinggang didepan pintu. Pandangan lembut wanita paruh baya itu membuat linangan air mata Karra turun.
“Sudahlah Karra. Mamamu sudah menunggu. Ayo kita turun”ucap wanita tersebut
“Baiklah, Oma.”jawab Karra dan kemudian tersenyum samar.
“Ehm,, Karr, kamu boleh membawa foto itu. Mamamu tidak akan memarahimu. Dia pasti akan mengerti.”ucap Oma Karra lembut.
“Terimakasih, Oma.”ucap Karra. Kemudian Karra mengambil foto yang membuatnya menangis itu dan menaruhnya di tas birunya.
Kemudian Karra bergegas turun dan mengikuti Omanya dari belakang.
“Nah, akhirnya datang juga. Mama sudah menunggu dari tadi. Nanti kita telat. Pesawat akan berangkat dua jam lagi. Ayo..’
“Oke, Ma. Siipp…”ucap Karra berusaha tegar. Walaupun hatinya masih terasa sakit. Serpihan kenangan yang baru terjadi beberapa bulan yang lalu terbesit dibenaknya.

“Karra !! Aku nggak mau pisah. Tapi, mau gimana lagi. Kita memang harus berpisah. Papa menyuruhku pndah ke Amerika bersamanya. Dan kamu sebentar lagi akan pindah ke Bandung. Ini, Karr. Nomer hp aku. Kalau ada apa-apa. Kabari aku ya. Karra,,
“Karra, aku janji aku akan kembali. Dan aku akan kembali buat kamu, Karr. Tunggu aku ya.. I must and will come back for you, Karr!! Dadahh…”

***




New York, Amerika
“Pa, kapan kita balik” tanya seorang gadis dalam bahasa Inggris pada Ayahnya. Matanya yang biru dan indah memandang lembut ke arah Papanya.
Sambil bersantai dan meminum kopi hangatnya, ia tersenyum dan menjawab, “Pasti. Dua bulan lagi.”
“Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dia di Indonesia. Dia sudah pindah belum ya ?” tanya gadis itu sambil menerawang.
“Papa tidak tahu. Mamamu belum memberi kabar sama sekali sejak itu. Dia hanya menelepon Papa sekali dan berkata bahwa dia baik-baik saja. Setelah itu Mama tidak menelepon atau bahkan memberi kabar pada Ayah walaupun hanya sekali saja.”ucap laki-laki berkumis itu panjang lebar dan kemudian mengembuskan napas pelan.
“Aku rindu Mama. Pa, apa Papa tahu dimana Mama tinggal?”tanya gadis itu.
“Ayah belum tahu. Tapi Ayah akan usahakan untuk menelepon Mama dan menanyakan hal itu. Lit, setelah kita kembali ke Indonesia. Kita -Kamu, Papa, dan Mama Amanda- akan tinggal di Bandung dan kamu Papa sekolahkan disana. Bagaimana ? Setuju ?”tanya Papa itu.
Baiklah, Pa. Aku setuju. Sangat setuju malah. Dan tolong ya, Pa. Tanyakan juga dimana dia tinggal ya! Aku kangen banget sama dia.”ucap Gadis berambut panjang shaggy yang tergerai indah berwarna hitam kelam.
“Halloo.. Pasti lagi bicarain acara pindah ke Indonesia ya.. Ayo, makan dulu. Mama udah siapin Sutuw Makesewr kesukaanmu. Masakan asal Indonesia.”ucap Mama Amanda dengan logat Prancis tapi dalam bahasa Inggris. Mama Amanda memiliki paras yang cantik dan sifat yang lemah lembut. Berbeda dengan Mama asli Kirra –gadis tadi- yang ada di Indonesia.  Mama Amanda memiliki mata yang indah. Dan rambut pirang yang tergerai indah sampai pinggang. Sifatnya yang baik hati dan penyayang itulah yang membuat Laki-laki berkulit putih blasteran Indonesia-Belanda itu menyukainya dan sekarang sudah menikah di Amerika. Papa Kirra pindah ke Amerika karena Jobnya dipindah disana. Dia sendiri adalah laki-laki asal Belanda yang Ayahnya ya Belanda, Ibunya Indonesia. Dan dia sendiri mirip Ibunya. Tapi sifatnya mirip Ayahnya.
“Yee.. Mama, bukan Sutuw Makesewr tapi SOTO MAKASAR !!”ucap cewek itu.
“Yaa dehh.. Maklumlahh, Mama kan nggak ngerti.”ucap Mama itu.

***

Bandung, Indonesia

“Nahh.. ini rumah kita. Yahh, memang nggak semewah dulu. Tapi paling enggak, cukup buat kita bertiga.”ucap Mama Karra lembut.
“Nggak papa kok, Ma. Rumahnya bagus lhoo !! Walaupun minimalis. Iya kan, Oma ?’tanya Karra semangat.
“Tentu saja dongg!!”ucap Oma tak kalah semangat.
“Disinilah. Disini kita akan memulai hidup baru. Mama harap, kamu bisa menerima semua ini.”ucap Mama lirih sembil menghembuskan nafas.
“Iya, Ma. Karra janji akan berubah dan belajar menerima semua ini. Karra janji, Ma”janji Karra. Dan, mamanya hanya tersenyum.

***

Sekolah Karra, Teman Baru

“Mama, aku berangkat !!”teriak Karra.
“Iya, Sayang. Hati-hati yaa!!” kata Mama Karra
“Oke deh, Ma.” Kata Karra mantap. Karra menyusuri trotoar menuju sekolahnya. Dia berpikir, emang dia bisa hidup sendiri. Seperti seekor burung yang terbang tanpa sayapnya. Karra nggak yakin. Tapi, dia harus melewati semua ini. Harus.
“I know, I can. Don’t say can’t dulu. I will do it. Fight, Karra!! FIGHT!!” katanya sambil menyemangati diri sendiri.
Tiba-tiba, seorang laki-laki menabraknya tanpa sengaja.
“Maaff.. maaf.. Aku nggak sengaja. Maaf yaa..” kata laki-laki itu.
“Iya, nggak papa. Aku nggak papa kok.” Kata Karra.
“Ya udah kalau begitu. Aku duluan ya. Sampa ketemu lagi.” Ucapnya sambil tersenyum
“Yaa.. Sampai ketemu juga.” Kata Karra pelan.

<<tobecontinue>>>

The Last One



You’re the last one for me

You are my life, the last for me.
Forever ... with me ..
We're always together ..
Navigate the vast sea of love ..
With you I feel ..
Warm embrace of your love .. love .. affection ..
I want to be with you ..
I always want to hug you ..
Love, like right now ..
Did you feel it?
Just like me?
Feel how big your shadow on my brain ..
Sometimes I'm frustrated ..
Can not I just forget for a second?
But now, I know the answer ..
Yes, can not ..
But I do not need to be scared and frustrated again ..
Because now, you'll always be by my side ..
Together, till in Heaven ..
I also will always be with you ..
Therefore I want to ..
And it also do you want ..
God would allow us together
Yes, I'm sure of it ..
As long as we are still within the limit ..
I will always love you ..
Love you ..
Because you're the last one for me

Be your Star


Be you Star

I want to be a star in the sky ...
Being the most shining star who will you see ..
I want to be a person who would you be proud ..
That will create a beautiful smile on your lips ..
I want to be a shattered glass ..
What will you see your beautiful future in the future ..
I want to be stars for you ..
The most beautiful is always illuminate your heart ..
When later I will disappear from your life ..
Stare at the stars in space ..
Bring your .. How are you feeling ..
I will be there ..
To welcome you ..

Salam Semuaa!! Ditha balik lagii!! :)

Wahh,, uda lama nggak nulis* disinii yaa. Jadi kangen nihh.. Makasih semuaa!! Buat yg uda buka blogger aku dan follow blogger aku. Maksih uda baca* di bloggerku dan vote.

Aku bingung mau nulis apa. Kayaknya aku copy 2 puisi Inggrisku aja yaa ke kalian. Be Your Star and apa satunyaa,, lupaa! Heheheee..

Oh yaa,, follow juga blogger aku lainnya Korea Wanna Be. Tinggal pencet Korea Wanna Be ajaa.. Wah wahh,, aku lagi demam Korea nih, Guyss!! Makanya aku buat blogger Korea Wanna Be. Buat yang juga demam Korea sama kayak akuu!! Jangan lupa yaa,, buka bloggerku itu. Dan isi votenya. Tinggal pejet Change Vote. Gampang thoo??

Disana kalian bisa dapet yaahhh,, lumayan banyak infolahh.. hahaa...

Ya udah dehh,, sampai sini sajalahh!! Tak usah berbelit-belit. Weheheee.. :D

Kamis, 14 April 2011

Dahsyat hari ini keren abis!

            Uda nonton Dahsyat  hari ini blm (Rabu, 14 April 2011). Jgn-jgn pada nggak nonton lg.. Wah, nyesel deh kalian. Soalnya, Dahsyat hari ini seru bgt. Aku emang nggak nonton dari pertama. Tapi, untungnya masih nonton. Tadi, ada Agnes Monica lhoo! Tadi, di twitter Agnes sempet nge'tweet gini


Agnes Monica
Fun time.. With lovely friends.. @ raffi \(‾▿‾\)┌(_o_)┐ (/‾▿‾)/┌(_o_)┐

Nih dia fotonya :



Haha, tadi di Dahsyat, Olga uda kalah telak ngomongnya, diserang ama Agnes. hahaha.. Terus Agnes tadi cuantikk bgt, dan gtentu saja dengan gaya yang energik super. Maksudnya, dance'nya jgag pasti. Tadi sempet dilihatin video Olga nyanyi lagu barunya Agnes dikamarnya. Katanya si Agnes "Keren. Keren kamarnya." wkwkk... Gokil juga Mbak Agnes inii.. Setelah cuap-cuap selesai, Agnes Monica langsung nyanyi lagu barunya yamng berjudul, "Paralyzed." Nggak usah muter-muter nginget lagunya. Itu lho, lagu yang jadi sound di sinetron baru Agnes yang berjudul, "Pejantan Cantik." Masihn inget nggak? Duhh, jangan-jangan uda pada lupa lagi. Jiiaahh, ketinggalan zaman tuh namanya. Hahahaa...
          Eitz, nggak cuma Agnes, bintang tamu yang enak dipandang masih ada lagi. Uda tahu Max 5 Indondonesia belumm ? Belum yaa, nah. Kalo gitu ini Max'5'nya. Jrengg... Jrenggg..... Cilukk, baaa!!



Gimana ?? Kece-kece'kan ? Ganteng juga donkk.. Oh, yaa.. Diantara personil boyband baru Max 5 ini. Ada yang dari Idol lhoo.. Mau tau yang mana ? Masih inget nggakk.. Yaudah, yuk cari tauu!!










Nah, ini dia yang dari Idol.  Uda dehh, daripada ngebahas ini. Kita ngebahas bintang tamu seru lainnya. Sekarang datang dari Girlband yang baru terjun di dunia entertaint yaitu Seven Icons. Mereka menyanyikan lagu yang berjudul "Playboy". Nih, dia fotonya. Cekiidootttt...



Masih inget mereka ? Yang bermain drama musikal kayak Cinta Cenat-cenut di Transtv. Hmm, sekian aja yaa.. Jangan lupa follow :
@dahsyatnyaolga
@agnezmo
dan saya sendiri
@Ditta27cs

Selasa, 12 April 2011

Ancava's Tiara - Bab 1

            "Tiaraaa!!!!!!!! Bangunnnn!!!!!! Sarapan uda siaappp!!!" teriak seorang wanita dari lantai bawah.
            "Iyaa, Maa.. Ini lhooo, Tiara uda sampai di depan, Mama. Masak nggak keliatan sih?" ucap Tiara setengah kesal setengah bercanda.
            "Oh, disitu kamu rupanya. Mama nggak keliatan. Rabun jauh, rabun dekat."ucap Mama lembut.
            "Mama, sihh.. Kacamata nggak dipake. Orang kacamataan gitu ya.. kalo pke kacamata cm pas baca. ckckk.. gengsi banget."cerocos Tiara yang tidak memedulikan Mamanya yang sudah geleng-geleng kepala.
           "Yaudah, itu abisin rotinya habis situ berangkat. Mang Didin udah siap tuhh.."ucap Mama sambil menunjuk keluar.
           "Oke, Ma."jawab Tiara semangat.
           Yappzz, bisa ditebak hari ini Tiara semangat empat lima. Soalnya, dia bakal ikut seleksi tim inti basket. Karena, sekolahnya SMP Tunas Bangsa akan mengikuti lomba Basket sekota Bandung. Tiara memangsudah menyukai basket dari dulu. Bahkan, lay up pun sudah dikuasainya sejak kelas 5 SD. Sungguh eksotis menurut penulis. wakakakk.. Dan sekrang saat kelas 1 SMP, Tiara uda berani ikut seleksi tim basket inti.
           Sedikit tentang Tiara. Tiara adalh seorang gadi berusia 12 tahun dan bersekolah di SMP Tunas Bangsa kelas I-2. Tiara memiliki nama lengkap Tiara Putri Anjani. Panggilannya Tiara, tapi kawan-kawannya memanggil Anji. Tiara sendiri adalah nama kesayangan Mama dan Papanya. Karena Tiara anak bungsu, sedangkan kakaknya Daffa mendapat beasiswa sekolah di Australia. Tiara lebih menyukai nama Anji daripada Tiara. Oke, cukup tentang Tiara.
           Sesampainya di sekolah, Tiara langsung berlari ke kelas yg juga diambut hangat oleh kawan-kawannya Ciara alias Kira, Viona alias Vona, Natasha alia Acha, dan Gisell alias Cella. Teman-teman Tiara dan Tiara sendiri memang mempunyai julukan sendiri-sendiri. Kira dan Vona feminin, ikut modeling dan modern dance. Sedangkan Acha dan Cella sama-sama ikut Basket seperti Anji (Tiara).
          "Jojongggggg !!!!!!"teriak Cella menggelegar. Tuhkan, uda dikasih julukan masih aja diserempetkan, batin Anji ngomel.
         "Apa, Longg?"tanya Anji.
         "Gawatttt... Gawaaatttttttttt..............."ucapnya cemas sambil mondar-mandir dan meremaskan tangannya. Anji yang mendengarkannya menjadi heran sendiri.
         "Kenapa, Long?"tanya Anji penasaran.
         "Dona alias Dodon itu ikut seleki basket bareng temennya yang belagu si Lala-melolong-dikoridor-sekolah itu."sergah Acha cepat. Tapi, Acha terlihat lebih tenang. Beda dengan Cella yang cemasnya uda nyampe stadium 20 (eh, kelebihan dingg. Hehehee..)
        "Oalah, kirain. Dasar lebai lo!"ucap Anji santai sambil mengibaskan rambut ikalnya yang panjang yang dibiarkan tergerai.
       "Cma Oalah, kirain? Diakan orang paling licik sejagad raya yang akan menghalalkan cara apapun supaya keinginannya tercapai. Apalagi buat nyingkirin kamu, musuh bebuyutanmu dari orok."ucapnya panjang lebar.
       "Justru karena itu, aku udah kebiasaan dengan tingkah lakunya yang bikin naik darah. Lagi pula, kejahatan tidak akan pernah menang kan?"tanya Anji.
       "Yaappp... Dan lagipula, kita ini bersahabat. Kita bisa kerja sama buat ngalahin Dodon dan Lala lolong blablabla itu. Dan yang pasti, pake cara halal. Kalo misalnya mereka masuk dengan halal, okelah. Kalo mereka kalah juga halal, okelah. Tapi kalo sebaliknya, nggak okelahh.." cerocos Acha panjang lebar.
       Baru aja Cella mau bicara, sudah ada dua cewek yang mengagetkan mereka. Yang satu rambut ikalnya diikat ekor kuda, memakai gelang dan kalung warna-warni, yang satu berambut lurus sebahu agak panjang dengan model rambut bob yang cocok dengannya. Mereka adalah Cipon alias Kira-Vona.
       "CIPONNN!!!!! NGAGETIN AJA LOOO!!!!!!"teriak Cella kaget. Yang langsung disambut gelak tawa     
yang lain.
       "Hehehee, maap deh. Nggak ada maksud bkin kmu kesel. Kita mau bagi2 cerita nihh.."ucap Vona santai.
      "Apa, Pon?" tanya Acha heran.
      "Panponpanpon gundulmu, emg aku kuda Poni apa. Dsar Natasha natap tembok lu." kata Vona marah.
      "Wes-wes thoo.. Ojo nesu-neu. Engkok cepet tuek. Seng sabar, yo rekk.." ucap Kira dengan logat Jawa yang kental yang selalu manjur untuk menyetop orang tengkar. Temen-temennya langsung mengangkat alis.
      "Oke-oke. Berita baiknya ada dua. Yang pertama, kami berhasil ikut lomba modern dance di Amerika lhoo!! Dan kabar baik keduanya, Dodon dan Lolong-melolong itu dikeluarkan dari daftar seleksi karena raportnya ternyata ancur." ucap Kira.
     "Ohhhhhh..... Yessssss!!!" jawab mereka serempak kemudian tertawa.
     "Tapi-tapi, kok baru ketauan sekarang kalo raport mereka bermasalah?" tanya Anji heran.
     "Biasa, boong." jawab Kira santai.
     "Ohhh...."jwab mereka serempak

 ****

     Pelajaran berjalan seperti biasa. Sampai pulang sekolah, Tiara dicegat oleh Dona sewaktu berjalan pulang sendirian.
     "Eh, Nji. Sini lo!" suruh Dona kasar.
     "Apa?"tanya Tiara.
     "Aku tau kamu pasti seneng. Soalnya, aku nggak diikutkan  seleksi. Kamu tau berita itukan?"tanya Dona. Dengan cepat Tiara mengangguk. Dona tertawa sinis.
   "Haha, tapi kamu jangan berpikir kalau aku akan nyerah disitu. Aku akan bales kamu sama teman temanmu itu!" kata Dona menakutkan.
   "Tunggu dulu, maksudnya?"tanya Tiara.
   "Alahh, nggak uah ngeles. Sok-sok nggak tau.  Belagu bgt lo!"sergah Dona kasar.
   "Don, pertama. Gue jujur emg seneng kamu nggak ikut seleksi yang itu artinya kmu juga nggak ikut lomba. Aku seneng karena dengan ini nggak bakal ada yang ganggu aku waktu pertandingan. Dan aku baru seneng tadi, karena aku juga baru tau berita itu tadi. Kedua, nggak masuk akal banget kalo aku n'Cava yang nglakuin ini wong kmi jgag baru tau beritanhya tadi. Ngerti." jelas Tiara panjang lebar.
   "Hahaaa, iyayaya. Beginilah orang yang pintar mengibul. Sayang, aku bukan orang yang gampang dibohongi, Ra."ucapnya sambil tertawa garing. Tadi Nji, sekarang Ra. Gimana sih? batin Tiara
    "Cara ngomong persis cowok. Kasar bgt. Aku nggak suka. Udahlah, nggak usah mikirin kayak gitu. Capek tau nggak." jawab Tiara.
      "Heh, jaga mulut loo! Dasar tukang ngibul!" ejek Dona telak.
      "Gue, bukan, tukang, ngibul kayak lo! Lo yang jaga mulut, DONA SABRIANA!!!" kata Tiara dingin.
      "Hehh!! Tutup muluttt!!!!"
      "Seharusnya lo yang tutup mulut."
      "Shit loo!!"
      "ckkckkkckkk.. Bisanya cm misuh-misuh." ucap Tiara sambil geleng-geleng kepala.
      "Daripada lo ngibul!"
      "Capek debat sama lo, nggak berguna." ucap Tiara lalu berlalu pergi.
      Walaupun cuek dengan Dona tadi, Tiara masih memikirkan kata-kata Dona tadi. "Haha, tapi kamu jangan berpikir kalau aku akan nyerah disitu. Aku akan bales kamu sama teman temanmu itu!" Apa maksud Dona bilang gitu. Jangan-jangan?? Balas dendam. Aku harus kasih tau temen-temen. Harus. batin Tiara.
       Kemudian, Tiara menelepon Cava dan meminta mereka berkumpul di rumah Tiara untuk membicarakan  tentang Dona.
       "Dona itu cari masalah aja kerjaannya." ucap Acha.
       "Nggak kapok aja dia. Pake nyalahin kamu lagi, Nji." ucap Vona.
       "Nuduh sembarangan ae. Sak'enak udele." ucap Kira.
       "Cape de.. Pengen gue timpukin pake besi 1000 ton dia." ucap Cella.
       "Atau gue bunuh sekalian." ucap Tiara marah.
     "Ini nihh, kalo keburumarah, logat Jakartanya baru muncul." ucap Cella yang langsung menerima jurus 1000 timpukan dari Cipon dan Ticha.
       "Udah, Nji. Jangan dibawa marah. Nanti bablasan lho! Ntar lo mau ninju Dona jadi kena gue lagi. Kan nggak lucu." ucap Acha.
       "Ngibur apa nglucu?" tanya Tiara.
       "Dua-duanya." jawab Acha sambil nyengir.
       "Susun rencana." sergah Cella.
       "Buat?" tanya Vona.
       "Jangan gegabah." potong Acha.
       "Selidiki dulu." ucap Kirra.
       "Kita ikutin dia." ucap Tiara.
       "Lalu makan bersama." ucap Cella yang langsung disambut tawa dan timpukan dari yang lain.
       "Lo tuh, kita pada serius lo malah  ngaco. Aneh dehh.." ucap Vona.
       "Menghancurkan suasana tau nggak." ucap Kirra.
       "Tadi gue mau ketawa terbahak-bahak." ucap Acha.
       "Kenapa?" tanya Kirra penasaran.
       "Abis kita serius bgt. Kayak polisi aja." ucap Acha.
      "Okedehh, emg lebai bgt. Tapi sekarang kita serius." ucap Anji.
      "Siippp.." ucap mereka bersamaan. Tapi Cella malah bilang,
      "Oke."
      "Nggak kompak loo!!"
    "Acha, Vona. Selidiki dia dari jarak jauh. Kirra, Cella. Ikutin dia dari jarak jauh. Dan aku bakal jadi pemancing. Oke ??" ucap Tiara layaknya komandan.
     "OKEE!!!" ucap mereka serempak. 
    Sebentar lagi, Dona dan Lala akn menjadi musuh terberat mereka. Karena mereka, tidak akan percaya apa yang akan dilakukan Dona dan Lala. Dan itu akan memicu pada pertandingan Basket dan Modern Dance di Amerika yang memaksa mereka untuk berangkat kesana. Tapi itu nanti. Sekarang ceritanya sampai situ dulu aja. Like dan coment jangan lupa yaa. Tunggu Bab 2'nya


*****